SINGARAJA, BALI EXPRESS - Pemerintah Kabupaten Buleleng melaksanakan persiapan untuk uji coba program Makan Bergizi Gratis bagi siswa di Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak.
Program ini merupakan inisiatif pemerintah pusat, diklaim sebagai wujud perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap kebutuhan gizi siswa.
Program ini menyasar tiga sekolah dengan total 335 siswa, yaitu SDN 1 Sumberklampok (81 siswa), SDN 2 Sumberklampok (159 siswa), dan SMPN SATU ATAP 1 Gerokgak (115 siswa).
Menu makan terdiri dari nasi, ayam tanpa tulang, buah, dan susu, yang disiapkan menggunakan ompreng oleh tim penggerak PKK setempat. Tim dari Puskesmas Gerokgak II turut dilibatkan untuk memantau kualitas gizi makanan.
Dengan melibatkan tim lokal, seperti PKK Desa Sumberklampok, langkah ini menunjukkan komitmen pemberdayaan masyarakat.
Meskipun menu disiapkan untuk mencukupi kebutuhan dasar gizi, keterbatasan variasi menu dapat menjadi tantangan dalam menciptakan kebiasaan makan sehat.
Meskipun pengawasan gizi dilakukan oleh Puskesmas Gerokgak II, mekanisme evaluasi menyeluruh terhadap dampak program ini terhadap kesehatan siswa belum terlihat jelas.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Made Astika, berharap program ini dapat berjalan lancar dan mendapat dukungan dari berbagai pihak. Namun, tanpa strategi jangka panjang yang konkret, program ini berisiko hanya menjadi agenda formalitas tanpa dampak signifikan.
“Memberikan makanan bergizi saja tidak cukup. Ada kebutuhan mendesak untuk mengintegrasikan pendidikan gizi kepada siswa dan orang tua mereka guna menciptakan kesadaran berkelanjutan terhadap pentingnya pola makan sehat,” ujar Kadisdikpora Buleleng, Made Astika, Rabu (20/11).
Dalam konteks yang lebih luas, pemerintah perlu menegaskan komitmen mereka terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan anak-anak Indonesia. Uji coba ini dapat menjadi pijakan awal, tetapi perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang konsisten sangat diperlukan agar program ini benar-benar menjadi solusi terhadap masalah gizi anak sekolah.
Program Makan Bergizi Gratis adalah langkah positif yang patut diapresiasi. Namun, pemerintah harus menjawab pertanyaan mendasar mengenai jangkauan, keberlanjutan, dan dampak nyata dari program ini.
Kesuksesan program ini tidak hanya diukur dari pelaksanaan seremonial, tetapi dari bagaimana hal ini meningkatkan kesejahteraan anak-anak di seluruh Indonesia. ***
Editor : Dian Suryantini