BALIEXPRESS.ID- Pemkab Bangli melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli bekerja sama dengan Yayasan Bali Animal Welfare Association (BAWA) menyelenggarakan Diskusi Kelompok Terfokus (DKT) terkait pemberantasan rabies.
Acara ini berlangsung di Ruang Rapat Krisna, Kantor Bupati Bangli, pada Kamis (21/11), dengan melibatkan berbagai dinas terkait di lingkungan Pemkab Bangli.
Pjs Bupati Bangli I Made Rentin dalam kegiatan itu menekankan bahwa rabies merupakan masalah serius yang membutuhkan perhatian khusus.
Rabies tidak hanya di Kabupaten Bangli, tetapi juga di seluruh wilayah Bali.
Ia menyatakan bahwa seluruh pemangku kepentingan harus dikerahkan sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing untuk memastikan tidak ada lagi kasus rabies di masyarakat.
Rentin menegaskan, masalah rabies ini bukan hanya soal kesehatan manusia, tetapi juga kesehatan hewan.
Jadi, pemberantasan rabies, menurut Rentin, harus dilakukan dari kedua sisi tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa kunci utama pemberantasan rabies adalah capaian vaksinasi.
Menurutnya, jika tingkat vaksinasi hewan melebihi 70 persen dengan vaksin yang sesuai standar WHO, maka angka kasus gigitan positif rabies dapat ditekan secara signifikan.
Selain vaksinasi, ia menyoroti pentingnya intervensi kontrol populasi hewan melalui sterilisasi dan kastrasi.
Bagi Pemerintah Kabupaten Bangli, kolaborasi dengan pihak non-pemerintahan, seperti Yayasan BAWA melalui Program Dewata, menjadi salah satu strategi yang dinilai efektif.
“Saya berharap kolaborasi ini dapat berjalan secara berkelanjutan dengan mencakup lebih banyak desa lagi di wilayah Kabupaten Bangli,” harapnya.
Ia juga meminta agar diskusi ini tidak hanya menjadi pertemuan biasa, tetapi menjadi langkah awal dalam membangun strategi efektif untuk memberantas rabies di Bangli. (*)
Editor : I Made Mertawan