Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Proyek Fasilitas Rekreasi Penunjang Wisata Rp948 Juta di Kintamani Molor

I Made Mertawan • Senin, 25 November 2024 | 04:39 WIB

 

Proyek pembangunan fasilitas rekreasi penunjang wisata di area parkir Pura Segara, Desa Adat Batur, Kecamatan Kintamani, Bangli, mengalami keterlambatan.
Proyek pembangunan fasilitas rekreasi penunjang wisata di area parkir Pura Segara, Desa Adat Batur, Kecamatan Kintamani, Bangli, mengalami keterlambatan.

BALIEXPRESS.ID- Proyek pembangunan fasilitas rekreasi penunjang wisata di area parkir Pura Segara, Desa Adat Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali mengalami keterlambatan.

Sesuai kontrak, proyek seharusnya selesai pada Selasa (19/11/2024). Namun, pelaksana CV Bintang Anugerah Satila gagal menyelesaikannya tepat waktu.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangli I Wayan Sugiarta mengakui adanya keterlambatan proyek tersebut.

Sebagai PPK, Sugiarta memastikan telah memperpanjang kontrak proyek selama 25 hari.

Pelaksananya juga diwajibkan membayar penalti atas keterlambatan itu.

Proyek senilai Rp948 juta ini didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dan mencakup pekerjaan seperti pemasangan paving, pembuatan patung, gazebo, serta pertamanan.

Menurut Sugiarta, kontraktor menghadapi beberapa kendala yang menyebabkan keterlambatan.

“Masalahnya, pelaksanaan mundur karena ada proses di landscape, katanya sulit mencari tenaga kerja,” ungkap Sugiarta.

Alasan lainnya adalah paving yang digunakan harus dipesan dari tempat khusus.

Namun, lanjut Sugiarta, semua alasan tersebut tidak dapat dijadikan pembenaran atas proyek yang molor.

Hal teknis semacam itu seharusnya sudah bisa diantisipasi sejak awal perencanaan.

“Kami tidak mau alasan apapun. Mereka sudah berani menawar dan sudah dinyatakan memenuhi syarat sebagai pemenang, kami gak mau terima alasannya," tegas Sugiarta pada Minggu (24/11/2024).

Setelah memberikan perpanjangan waktu, Sugiarta menegaskan agar proyek dapat diselesaikan tepat waktu.

Ia meminta semua kendala, termasuk minimnya tenaga kerja segera diatasi.

Penambahan orang dinilai sebagai solusi yang harus dilakukan. “Dari awal memang sedikit melibatkan tenaga kerja. Kami sudah warning terus soal pekerja ini," tegas Sugiartha.

Pantauan Bali Express (Jawa Pos Group) pada Sabtu lalu menunjukkan bahwa pemasangan paving di lokasi belum sepenuhnya selesai.

Selain itu, gazebo yang disebutkan Sugiarta juga belum terpasang.  Hanya tampak dua orang pekerja yang berada di lokasi tersebut. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#Kintamani #proyek molor #bangli