SINGARAJA, BALI EXPRESS – Di Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) terlihat sibuk. Sekitar pukul 02.00 wita, mereka sudah mulai sibuk mempersiapkan makanan untuk uji coba program makan bergizi gratis bagi ratusan siswa di tiga sekolah.
Langkah ini merupakan bagian dari program pemerintah era Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan asupan gizi anak-anak sekolah. Dengan menyediakan makanan sehat dan bergizi secara gratis, program ini diharapkan membantu menciptakan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berprestasi.
Ketua PKK Desa Sumberklampok, Ni Kadek Trantini, bersama anggota PKK lainnya, mengolah makanan tersebut di sebuah dapur sederhana milik salah satu anggota. Di sana, mereka memasak nasi, lauk-pauk, sayuran, susu, dan buah. Setiap bahan dipilih dengan cermat dan diperoleh dari pasar menggunakan dana yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng.
“Kami menyiapkan makanan ini sebanyak 359 porsi untuk tiga sekolah. Makanan ini harus segar dan memenuhi standar gizi sesuai dengan saran dari pemerintah,” kata Trantini saat ditemui di tengah persiapan pada Senin (25/11).
Tantangan utama yang dihadapi bukan hanya soal bangun dini hari, tetapi juga memastikan kualitas makanan tetap terjaga. Setiap porsi harus memenuhi standar gizi yang telah ditentukan. Proses memasak pun tidak boleh dilakukan sehari sebelumnya. Semua makanan harus fresh saat didistribusikan. Meski demikian, Trantini mengakui bahwa tugas ini cukup berat.
“Untuk sementara, kami diminta melaksanakan ini oleh kabupaten. Tapi kalau setiap hari, kami belum sanggup. Bangun pagi, cari bahan, masak, lalu mendistribusikannya itu tidak mudah. Apalagi dengan jumlah siswa yang ratusan. Kalau hanya seminggu sekali, mungkin masih bisa kami lakukan,” ujarnya sambil tersenyum tipis.
Ratusan kotak makan bergizi itu didistribusikan ke tiga sekolah, yaitu SDN 1 Sumberklampok, SDN 2 Sumberklampok, dan SMPN Satap 1 Gerokgak. Masing-masing siswa menerima satu porsi makanan yang sudah terjamin nilai gizinya.
Selain menjadi bagian dari upaya mendukung generasi penerus bangsa, program ini juga memberikan pengalaman bagi para ibu PKK. Mereka belajar pentingnya manajemen waktu, kerjasama tim, serta memperhatikan detail dalam menyiapkan makanan bergizi. Namun, Trantini berharap ada solusi yang lebih berkelanjutan untuk program ini. ***
Editor : Dian Suryantini