Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dinilai Kurang Memadai, Program Makan Bergizi di Sumberklampok Terbebani Harga Susu Kemasan.

Dian Suryantini • Senin, 25 November 2024 | 13:40 WIB

 

Paket uji coba makan bergizi gratis untuk siswa di Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Buleleng.
Paket uji coba makan bergizi gratis untuk siswa di Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Buleleng.

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Program makan bergizi gratis yang dirancang untuk meningkatkan gizi siswa menjadi pertimbangan khusus TP PKK Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Dalam program ini, setiap siswa mendapatkan satu paket makan bergizi yang dilengkapi dengan susu kemasan berukuran 125 mililiter.

Setiap paket dihargai sebesar Rp17.000. Namun, anggaran ini dianggap kurang memadai untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan berkualitas dan kemasan yang sesuai.

Ketua TP PKK Desa Sumberklampok, Ni Kadek Trantini mengatakan, komponen harga susu kemasan menjadi salah satu tantangan utama. Dengan harga Rp4.000 per kemasan, biaya untuk makanan dan pengemasan paket makan bergizi hanya menyisakan Rp13.000. Kondisi ini memunculkan tekanan besar bagi pihak pelaksana program untuk tetap menyediakan makanan berkualitas tinggi dalam keterbatasan anggaran.

“Bagaimana ya, harga Rp17.000 untuk satu paket menu sebenarnya kurang mencukupi, apalagi dengan adanya susu kemasan yang cukup mahal. Kami baru pemula jadi kami kalah di harga susu,” ujar Trantini, Senin (25/11).

Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar. Namun, dengan anggaran yang ketat, pihak penyelenggara harus mencari cara agar kualitas makanan tidak berkurang. Selain susu, komponen makanan utama dan bahan kemasan juga harus diperhatikan agar tetap sesuai standar kesehatan.

“Kalau kemasan makanannya susah kami cari di desa. Kemasan ini pun dibawakan langsung oleh Dinas Pendidikan dari Kota Singaraja, kesini,” ungkapnya.

Evaluasi terhadap pelaksanaan program makan bergizi gratis terus dilakukan. Trantini menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan peningkatan anggaran untuk memastikan kualitas makanan tetap terjaga. Alternatif lain yang diusulkan adalah mencari penyedia susu kemasan dengan harga lebih terjangkau atau bekerja sama dengan produsen lokal untuk mengurangi biaya.

Ke depan, pemerintah diharapkan dapat mengevaluasi alokasi anggaran agar program makan bergizi gratis ini tidak hanya berkelanjutan tetapi juga mampu memberikan manfaat maksimal bagi penerimanya. Kolaborasi dengan pihak swasta, produsen lokal, atau penyedia bahan makanan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kendala biaya tanpa mengorbankan kualitas. ***

Editor : Dian Suryantini
#makan bergizi #sumberklampok #gerokgak #buleleng #susu