Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

GEGER! Cabup Bengkulu Kena OTT, Gunakan Seragam Polantas Saat Diamankan, Begini Kata Polisi

Wiwin Meliana • Senin, 25 November 2024 | 20:11 WIB

Beredar sebuah video penangkapan Calon gubernur Bengkulu gunakan seragam polantas
Beredar sebuah video penangkapan Calon gubernur Bengkulu gunakan seragam polantas

BALIEXPRESS.ID-Penangkapan Gubernur Bengkulu sekaligus calon gubernur petahana, Rohidin Mersyah, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Minggu (24/11/2024) memunculkan cerita dramatis yang langsung menarik perhatian publik.

Dalam video yang beredar di media sosial, Rohidin terlihat mengenakan seragam polisi lalu lintas (Polantas) saat dibawa ke Bandara Fatmawati Soekarno setelah tertangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK.

Baca Juga: Diduga Ganggu Pengendara, Polsek Denpasar Barat Amankan Dua Manusia Silver di Simpang Jalan Mahendradatta

Video tersebut memicu berbagai reaksi dari warganet, yang merasa geram dengan pemakaian seragam Polantas oleh Rohidin.

Menanggapi hal ini, Kapolresta Bengkulu Kombes Pol. Deddy Nata mengungkapkan bahwa keputusan untuk mengenakan seragam polisi lalu lintas pada Rohidin diambil secara spontan.

Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya bentrokan dengan massa pendukung Rohidin yang telah berkumpul di depan Polresta Bengkulu sejak Sabtu malam (23/11/2024).

“Dengan situasi yang cukup genting tersebut, saya memerintahkan secara spontan untuk menggunakan baju seragam Polantas, yang memang ada di situ dan terlihat oleh saya,” ujar Kombes Deddy, seperti dilansir dari Tribun Bengkulu.

Baca Juga: Dinas Kominfosanti Buleleng Pastikan Jaringan Internet Stabil di Semua TPS untuk Pilkada 2024

Menurut Deddy, massa pendukung Rohidin sempat menghalangi mobil yang akan membawa Rohidin ke bandara dan memeriksa setiap kendaraan yang keluar dari Mapolresta.

Untuk itu, polisi memilih strategi pengelabuan dengan menggunakan seragam Polantas dan mengangkut Rohidin menggunakan mobil Inafis milik Polresta Bengkulu, guna menghindari perhatian massa.

Meskipun ada upaya pengelabuan, situasi menjadi tegang ketika terjadi dorong-dorongan antara massa dan petugas.

Namun, pihak kepolisian akhirnya berhasil membawa mobil yang mengangkut Rohidin menuju bandara tanpa insiden lebih lanjut.

Keputusan polisi untuk menggunakan seragam Polantas memunculkan beragam spekulasi di masyarakat. Beberapa pihak menuding polisi memfasilitasi seorang terduga koruptor dengan memberikan seragam Polantas.

Baca Juga: Cerita Para Siswa di Sumberklampok, Biasanya Bekal Nasi Kuning, Nanti Tidak Lagi

Namun, Kombes Deddy membantah tuduhan tersebut. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut semata-mata diambil untuk menghindari eskalasi situasi yang dapat membahayakan.

“Ini bukan soal keberpihakan atau melindungi. Polresta Bengkulu berusaha semaksimal mungkin membantu tugas KPK dalam penegakan hukum,” tegas Deddy.

Meskipun begitu, insiden ini tetap menjadi sorotan publik, dengan banyak warganet yang mengungkapkan rasa heran dan kekecewaannya terhadap cara polisi menangani penangkapan seorang pejabat daerah yang tersangkut kasus korupsi.

 

Editor : Wiwin Meliana
#ott #polantas #gubernur bengkulu