Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kisah Perjuangan, Rasa Sakit, dan Penghormatan di Balik Tato Jokowi dengan Udeng di Punggung Warga Sumberklampok

Dian Suryantini • Selasa, 26 November 2024 | 21:51 WIB

Punggung Kadek Agus Wijaya yang penuh tato perjuangan tanah di Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak. Ada tato wajah Jokowi juga yang membuat sertifikat itu sampai ke tangannya.
Punggung Kadek Agus Wijaya yang penuh tato perjuangan tanah di Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak. Ada tato wajah Jokowi juga yang membuat sertifikat itu sampai ke tangannya.

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Kadek Agus Wijaya, seorang pria dengan tubuh yang penuh tato memutuskan untuk menambah karya seni yang sangat spesial. Karya seni berupa tato wajah Presiden ke-7, Joko Widodo, lengkap dengan udeng, hiasan kepala khas Bali.

Bukan hanya sebuah tato biasa, gambar ini menjadi simbol rasa hormat yang mendalam, perjuangan yang penuh makna, dan kekaguman terhadap sosok pemimpin yang telah memengaruhi hidupnya secara langsung. Namun, di balik hasil akhirnya yang memukau, terdapat cerita perjuangan yang penuh rasa sakit, bahkan hingga membuatnya jatuh sakit selama beberapa hari.

Proses pembuatan tato tersebut dimulai sejak pagi hari, sekitar pukul 9.00 wita, dan selesai menjelang tengah hari, pukul 12.00 wita. Meski sudah terbiasa menato tubuhnya, pengalaman kali ini terasa sangat berbeda. Saat bagian udeng dikerjakan, rasa sakit yang luar biasa dirasakan. Ia menambahkan, rasa sakit itu terasa menjalar hingga ke punggung, ketiak, dan dada.

“Saya sampai demam selama tiga hari. Rasanya seluruh badan sakit, mungkin juga karena kondisi saya saat itu kurang fit,” ungkap Agus.

Bagi pria ini, tato wajah Jokowi memiliki makna yang mendalam. Salah satu alasan utamanya adalah dampak kebijakan Jokowi dalam hidupnya. Tanah yang ia tempati di Desa Sumberklampok ini dibebaskan selama puluhan tahun melalui kepemimpinan Jokowi.

Sebelumnya, tanah itu merupakan tanah negara yang ditempati oleh warga Sumberklampok, dengan status Hak Guna Usaha (HGU). Tahun 2021 lalu, sertifikat tanah seluas 6 are yang ditempati oleh Agus itu didapatkan melalui program Penyerahan Sertifikat Tanah Objek Reforma Agraria Tahap II.

“Hal ini membuat saya merasa sangat bersyukur. Saya ingin memberikan penghormatan kepada beliau dengan cara saya. Karena saya mengagumi sosok Pak Jokowi. Dari tegasnya, dari sosoknya, gaya bicaranya, humblenya. Pokoknya saya suka,” tuturnya.

Namun, ide untuk membuat tato ini sebenarnya sudah lama ada. Ia mengaku sudah mengagumi sosok Jokowi sejak lama dan memiliki keinginan untuk mengabadikan wajah beliau di tubuhnya. Meski begitu, ada rasa ragu yang menghalangi niat tersebut selama Jokowi masih menjabat.

“Saya takut kalau nanti bermasalah, apalagi karena beliau saat itu masih menjadi presiden. Gak boleh sembarangan. Orang nomor 1 di Indonesia saya gambar di punggung kan agak takut juga. Takut dituntut,” jelasnya.

Setelah masa jabatan Jokowi berakhir dan Prabowo dilantik sebagai presiden, ia merasa waktunya tepat untuk merealisasikan keinginan lamanya. Dengan semangat dan tekad yang bulat, ia mendatangi tukang tato di kawasan Goris, untuk mulai proses pembuatan.

“Saya langsung bilang ke tukang tatonya, saya mau gambar Jokowi, tapi harus pakai udeng,” katanya.

Ia memilih udeng sebagai elemen tambahan karena merasa hiasan kepala tradisional ini mencerminkan nilai budaya Indonesia, terutama Bali, yang ia cintai. Namun, proses pengerjaan tidak berjalan mulus. Saat bagian udeng mulai dikerjakan, ia merasa rasa sakitnya tak tertahankan. Padahal, tubuhnya yang sudah penuh tato sebelumnya membuatnya terbiasa dengan proses yang umumnya menyakitkan.

“Bahkan bagian lain yang lebih sensitif tidak pernah membuat saya semenderita ini,” tambahnya.

Meski begitu, ia tetap bertahan hingga tato tersebut selesai. Setelah tato selesai, efek dari rasa sakitnya ternyata cukup berat. Ia jatuh sakit selama tiga hari, dengan gejala demam dan nyeri di sekujur tubuh. Ia menduga kondisi fisiknya yang kurang fit pada saat itu turut memperparah keadaannya.

“Tapi setelah semuanya selesai, saya merasa puas. Tato ini memiliki makna yang sangat mendalam bagi saya,” ujarnya.

Tato wajah Jokowi dengan udeng ini kini menghiasi tubuhnya dengan penuh kebanggaan. Meski proses pembuatannya sangat menyakitkan, ia tidak menyesali keputusannya. Bagi pria ini, tato tersebut bukan sekadar hiasan tubuh, melainkan simbol penghormatan dan rasa syukur kepada Jokowi, sosok pemimpin yang ia kagumi.

Saat ditanya apakah ia berencana menambahkan tato lagi, ia menjawab bahwa ia merasa tubuhnya sudah cukup penuh. Tidak hanya tato sertifikat dan wajah Jokowi. Nama istri dan anaknya pun turut menghiasi tubuhnya yang gempal dan eksotis itu.

“Paling nanti kalau ada waktu, saya hanya akan rapikan saja tato ini,” katanya.

Meski begitu, ia tidak menutup kemungkinan untuk menambah elemen baru di masa depan, terutama jika ada hal lain yang ingin ia abadikan. Bagi pria ini, tato wajah Jokowi adalah lebih dari sekadar karya seni. Tato itu adalah wujud ekspresi rasa hormat, rasa syukur, dan rasa cinta pada pemimpin yang ia anggap sebagai simbol perjuangan.

Ia berharap tato ini juga dapat menjadi inspirasi bagi orang lain untuk menghormati budaya dan pemimpin mereka dengan cara yang unik. Wajah Jokowi dengan udeng kini menjadi bagian permanen dari tubuh dan cerita hidup pria ini, sebuah penghormatan yang tidak akan pudar oleh waktu.

“Saya akan menambah tato nama anak saya. Tapi masih menunggu restu istri. Agak susah dapat restunya, karena tatonya saya minta di atas alis kiri,” ujarnya malu-malu. 

Sebelumnya, Kadek Agus Wijaya adalah salah satu warga dari Dusun Sumberbatok, Desa Sumberklampok yang melukis sertifikat tanah berikut dengan peta wilayah lahan HGU di Desa Sumberklampok. Tato itu dibuat di punggung sebelah kiri.

Pada tato itu terlihat jelas cover sertifikat serta Lambang Negara RI, Garuda Pancasila. Lelaki yang berusia 30 tahun ini pun sagat gemar bertato. Untuk itu kebahagiaannya ia ungkapkan lewat tato dengan gambar sertifikat.

“Kebetulan saya memang suka tato. Ini bagian dari sejarah Sumberklampok. Bagian dari rasa syukur saya. Tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Mungkin anak cucu saya bisa melihat ini dipunggung saya, hari ini adalah hari bersejarah buat saya setelah penantian panjang,” kata dia.

Agus pun mengaku sempat kebingungan mencari tukang tato. Setelah mencari ke beberapa tempat, ia akhirnya menemukan tempat tato yang menyanggupi untuk membantu menggambar badannya dengan cover sertifikat.

“Yang ditato di bagian punggung saya itu ada cover dari sertifikat tanah. Yang kotak-kotak tiga buah itu adalah lahan HGU 1,2 dan 3. Bikin tatonya kemarin. Dari jam 9 pagi sampe jam 4 sore. Sempat bingung juga cari tukang tato. Saya cari ke gerokgak penuh. Cari di tempat lain gak bisa. Akhirnya saya ketemu di Goris,” jelasnya. ***

Editor : Dian Suryantini
#jokowi #sumberklampok #tato #reforma agraria #presiden