Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Semangat Kakek Nenek 76 Tahun Untuk Nyoblos, Datang Paling Awal Saat TPS Belum Buka.

Dian Suryantini • Rabu, 27 November 2024 | 13:41 WIB

Wayan Wisama sedang menunggu giliran untuk nyoblos di TPS 1 Desa Sembiran, Buleleng.
Wayan Wisama sedang menunggu giliran untuk nyoblos di TPS 1 Desa Sembiran, Buleleng.

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Pagi-pagi sekali, I Wayan Wisama dan istrinya Ni Nengah Wisama, sudah berada di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 01 di Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Lelaki berusia 76 tahun itu begitu bersemangat. Ia datang pukul 06.00 wita, Rabu (27/11). Waktu itu bahkan TPS pun belum buka. Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) masih bersiap-siap di area TPS.

“Konden mulai, Pa. (Belum mulai, Pak),” kata salah satu petugas KPPS saat mengetahui Wisama datang bersama istrinya. Ia pun telah menyiapkan diri dengan membawa surat undangan memilih. Di tangannya pun tergenggam sebuah kacamata bergagang hitam. Jelas sekali ia sudah sangat siap untuk mencoblos dan agar dapat melihat dengan jelas tulisan serta wajah pasangan calon yang akan dipilih.

Mendapat jawaban dari KPPS, Wisama dan istrinya tak lantas pulang. Padahal waktu masih satu jam lagi untuk menuju proses pencoblosan. Wisama yang menggunakan celana pendek, sandal jepit, kaos hijau dan topi itu duduk di luar TPS. Tentu ia ditemani istrinya pula. Hansip dan panwascam yang bertugas juga turut menemani Wisama untuk mengobrol. Wisama mengaku bangun pagi-pagi sekali supaya semua urusannya berjalan sesuai rencananya.

“Jam 4 pagi sudah bangun. Saya sudah biasa bangun pagi. Terus datang kesini biar dapat duluan. Tapi belum buka. Akan saya tunggu. Jam berapa mulai, jam segitu juga saya coblos,” ungkapnya.

Wisama datang paling awal dengan harapan ia dapat menyalurkan hak suaranya lebih awal, sebab ia akan pergi ke kebun. Ia mengatakan jarak kebun dari rumahnya cukup jauh. Untuk itulah ia datang lebih awal agar tidak kesiangan sampai di kebun. “Saya mau ke kebun. Kebun saya jauh ke Selatan lagi,” kata dia.

Di kebun Wisama tidaklah luas. Di sana ia menanam pohon mangga, mete hingga kelapa. Dari rumah Wisama di Dusun Dukuh, Desa Sembiran menuju kebunnya cukup jauh. Untuk menuju ke sana ia mesti berjalan kaki.

“Jauh ke Selatan, ke Pura Ponjok Batu. Dari sini 6 kilometer. Trus dari Pura Ponjok Batu lagi 2 kilometer. Tanahnya kering, tanaman saya tidak ada buahnya,” kata dia. ***

Editor : Dian Suryantini
#sembiran #kpps #tejakula #pilkada #tps #buleleng