BALIEXPRESS.ID-Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) wilayah III Denpasar buka suara terkait fenomena langit berkabut di Bali.
Fenomena ini sempat menggegerkan warganet di media sosial dan memunculkan beragam spekulasi.
Melalui akun media sosialnya, BBMKG menyebut bahwa udara kabur yang saat ini terjadi di langit Bali bukanlah kabut polusi atau pun efek dari letusan Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, NTT.
Baca Juga: HEBOH! Fenomena Langit Berkabut di Bali Gegerkan Warganet, Beragam Spekulasi Bermunculan
Dalam keterangannya, BBMKG Denpasar menyebut bahwa udara kabur yang saat ini terjadi di Bali dikarenakan adanya kabut Adveksi.
Kabut adveksi terjadi karena adanya tranfer kelembaban dari wilayah perairan ke wilayah daratan.
“Di mana pada saat pagi hari pancaran sinar matahari membuat daratan mendapat panas lebih cepat dibandingkan permukaan laut,” jelas rilis BBMKG dikutip pada Rabu (27/11/2024).
Lebih lanjut, BBMKG menyebut hal ini menyebabkan tekanan udara di darat menjadi lebih rendah.
Hal inilah yang menyebabkan uap air bergerak ke atas ke permukaan yang lebih dingin lalu mengembun dan terbentuklah udara kabur.
“Berbeda dengan kabut asap yang berbau dan menyengat, kabut adveksi ini tidak memiliki bau,” jelasnya.
Sebelumnya, fenomena langit berkabut di Bali menjadi topik yang sangat ramai diperbincangkan oleh warganet di media sosial.
Beberapa hari terakhir, langit Bali tampak diselimuti kabut yang cukup tebal, menciptakan suasana yang berbeda dari biasanya.
Kejadian ini menarik perhatian banyak orang, tetapi sayangnya, muncul beragam spekulasi yang justru membuat kebingungan dan kekhawatiran di kalangan masyarakat.
Kondisi ini memicu beragam spekulasi, baik yang rasional maupun yang tidak berdasar.
Beberapa warganet mengaitkan kabut ini dengan fenomena alam biasa, seperti tingginya kelembapan udara yang menyebabkan kabut terbentuk.
Baca Juga: Serba-Serbi Pilkada Bali; Warga Sempidi Tampil Unik dengan Kostum Jaya Prana di TPS
Namun, tak sedikit pula yang mengaitkannya dengan kejadian-kejadian yang lebih dramatis, seperti kebakaran hutan atau bahkan hal-hal mistis.
Hal ini justru memperburuk situasi, karena banyak orang yang mulai merasa khawatir tentang penyebab kabut tersebut, padahal hingga saat ini belum ada penjelasan pasti dari pihak berwenang.
Editor : Wiwin Meliana