Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Apa Itu Kabut Adveksi yang Gegerkan Warga Bali? Proses Terbentuk dan Dampak Bagi Kesehatan

Wiwin Meliana • Rabu, 27 November 2024 | 16:38 WIB

BBMKG wilayah III Denpasar beri penjelasan terkait fenomena udara berkabut di langit Bali
BBMKG wilayah III Denpasar beri penjelasan terkait fenomena udara berkabut di langit Bali

BALIEXPRESS.ID-Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) wilayah III Denpasar menyebut jika fenomena udara kabur di Bali terjadi karena kabur Adveksi.

Fenomena ini sempat menggegerkan warganet di media sosial dan memunculkan beragam spekulasi.

Lalu ap aitu kabut Adveksi?

Dikutip dari berbagai sumber, kabut adveksi adalah kabut yang terbentuk saat udara yang hangat dan lembab melewati permukaan yang sejuk.

Baca Juga: Bukan Polusi atau Efek Letusan Gunung, Ini Penjelasan BBMKG Denpasar Soal Udara Berkabut di Langit Bali

Proses ini dinamakan adveksi. Biasanya, terjadi pada tempat di mana udara hangat tropis bertemu dengan air laut yang lebih dingin.

Pergerakan udara yang membentuk kabut adveksi tidak naik dan tidak turun.

Pembentukan kabut adveksi dapat memanfaatkan salah satu dari dua jenis udara, yaitu udara dingin atau udara lembab panas.

Kabut adveksi sering terjadi di daerah-daerah yang berdekatan dengan sumber air, seperti pantai atau danau.

Udara lembap yang datang dari sumber air punya potensi membentuk kabut saat bersentuhan dengan permukaan dingin.

Proses ini melibatkan banyak faktor, mulai dari faktor suhu, kelembapan, dan faktor topografi lingkungan.

Baca Juga: HEBOH! Fenomena Langit Berkabut di Bali Gegerkan Warganet, Beragam Spekulasi Bermunculan

Fenomena alam kabut adveksi diketahui dapat memiliki dampak signifikan terhadap lingkungan dan kesehatan.

Sebelumnya, melalui akun media sosialnya, BBMKG menyebut bahwa udara kabur yang saat ini terjadi di langit Bali bukanlah kabut polusi atau pun efek dari letusan Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, NTT.

Dalam keterangannya, BBMKG Denpasar menyebut bahwa udara kabur yang saat ini terjadi di Bali dikarenakan adanya kabut Adveksi.

Baca Juga: Koster Nyoblos Bersama Istri dan Putri Bungsunya di TPS Perempuan, Target Menang, Putri Sulung Absen.

Kabut adveksi terjadi karena adanya tranfer kelembaban dari wilayah perairan ke wilayah daratan.

“Di mana pada saat pagi hari pancaran sinar matahari membuat daratan mendapat panas lebih cepat dibandingkan permukaan laut,” jelas rilis BBMKG dikutip pada Rabu (27/11/2024).

Lebih lanjut, BBMKG menyebut hal ini menyebabkan tekanan udara di darat menjadi lebih rendah.

Hal inilah yang menyebabkan uap air bergerak ke atas ke permukaan yang lebih dingin lalu mengembun dan terbentuklah udara kabur.

“Berbeda dengan kabut asap yang berbau dan menyengat, kabut adveksi ini tidak memiliki bau,” jelasnya.

 

Editor : Wiwin Meliana
#bali #udara kabur #bbmkg #fenomena #kabut adveksi