BALIEXPRESS.ID – Kebahagiaan meliputi keluarga calon Bupati Klungkung Nomor Urut 1 I Made Kasta.
Pasalnya sehari sebelum hari pencoblosan putranya, Gde Agus Indrayana, 35, dan menantunya Ni Luh Komang Sintya Adnyani, 34, dikarunia buah hati setelah menunggu selama enam tahun.
Tak tanggung-tanggung mereka dikarunia bayi kembar tiga. Berjenis kelamin dua perempuan dan satu laki-laki.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketiga bayi lucu itu lahir Selasa (26/11/2024) pada pukul 11.30 WITA di Rumah Sakit Bross, Denpasar. Ketiganya dilahirkan melalui operasi caesar dengan berat masing-masing 2,5 kg untuk bayi pertama dan kedua, serta 1,9 kg untuk bayi ketiga.
Ketiga bayi tersebut adalah cucu kedua, ketiga, dan keempat dari I Made Kasta, yang dikenal sebagai salah satu tokoh masyarakat Klungkung sekaligus mantan Wakil Bupati Klungkung.
Kasta pun mengungkapkan, kebahagiaan itu datang di sela-sela kesibukannya memberikan pembekalan kepada saksi di Jungut Batu, Nusa Penida, pada malam sebelumnya.
"Saat itu, saya harus menyebrang dari Nusa Gede menuju Jungut Batu sekitar pukul 22.00 WITA. Tidak ada tanda-tanda mantu saya akan melahirkan. Bahkan, sebelumnya ada firasat untuk tidak lewat Kusamba dan memilih penyebrangan melalui Sanur," ujar Made Kasta, Rabu (27/11/2024).
Setelah mendapat kabar bahagia tersebut, Kasta mengaku pihak keluarga masih mencari nama yang baik untuk ketiga cucu yang baru lahir tersebut. "Kondisi ibu dan bayi sehat. Ini adalah anugerah luar biasa bagi keluarga kami," katanya.
Di tengah momen membahagiakan ini, Made Kasta tetap menjalankan hak pilihnya di TPS serangkaian Pilkada Klungkung 2024. Sebelum menuju TPS 7 Desa Akah, ia menyempatkan diri menyanyikan lagu religi Tuhan karya Bimbo sebagai doa dan harapan untuk masa depan.
"Suara kita adalah doa untuk masa depan. Setelah pencoblosan, saya berharap masyarakat kembali bersatu tanpa ada perpecahan. Siapapun yang terpilih nanti, inilah generasi Klungkung yang baik. Demokrasi yang bersih harus tetap dijaga," tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kondusivitas dan saling merangkul demi menciptakan Klungkung yang harmonis. "Kita berharap, demokrasi berjalan dengan baik tanpa ada hal yang tidak diinginkan," tutupnya. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana