Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Akui Miskin Inovasi Saat Sosialisasi, KPU Belum Mampu Capai Target Partisipasi Pemilih

Dian Suryantini • Jumat, 29 November 2024 | 16:15 WIB

Ketua KPU Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan saat melakukan konferensi pers bersama KPU Kabupaten Buleleng.
Ketua KPU Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan saat melakukan konferensi pers bersama KPU Kabupaten Buleleng.

SINGARAJA, BALI EXPRESS– Partisipasi pemilih dalam Pilkada di Kabupaten Buleleng menjadi perhatian Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali. Partisipasi pemilih diketahui masih rendah. Bahkan belum mampu menyentuh angka 75 persen seperti yang ditargetkan.

Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, mengungkapkan bahwa tingkat kehadiran pemilih di Buleleng hanya mencapai 60 persen. Angka ini masih jauh dari harapan dan menjadi pekerjaan rumah besar yang mesti diselesaikan.

“Masalahnya masih ada di sini. Kami miskin inovasi dalam sosialisasi, terutama untuk menarik minat generasi muda, khususnya Gen Z. Kalau mereka sudah tidak senang, mereka akan kabur. Ini tantangan yang perlu segera diatasi,” ujar Lidartawan saat ditemui di Singaraja, Jumat (29/11).

Hasil riset yang dilakukan bersama Universitas Udayana mengungkap bahwa dari total pemilih, sebanyak 83 persen bersedia datang ke tempat pemungutan suara (TPS), sementara 17 persen tidak hadir. Penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan untuk memahami alasan di balik ketidakhadiran pemilih tersebut. Menurut Lidartawan, Gen Z menjadi kelompok yang paling sulit dijangkau dibandingkan generasi lainnya.

“Kalau Gen X dan milenial masih bisa dipengaruhi dengan pendekatan yang tepat. Namun, Gen Z memerlukan pendekatan yang lebih inovatif dan relevan dengan gaya hidup serta minat mereka,” tambahnya.

Sebagai langkah evaluasi, KPU Bali akan fokus pada upaya pengembangan strategi komunikasi dan sosialisasi yang lebih kreatif untuk meningkatkan partisipasi pemilih, khususnya di Buleleng. Dengan tantangan yang ada, KPU Bali berharap mampu meningkatkan partisipasi pemilih pada pemilu dan pilkada mendatang, sehingga tercipta demokrasi yang lebih inklusif dan partisipatif di seluruh wilayah Bali.

“Kami berkomitmen untuk melakukan perbaikan, termasuk menggandeng berbagai pihak untuk memahami lebih dalam perilaku pemilih,” tutup Lidartawan. ***

Editor : Dian Suryantini
#sosialisasi #Kabupaten Buleleng #inovasi #KPU Bali