SINGARAJA, BALI EXPRESS – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng tengah mempersiapkan rekapitulasi suara Pilkada 2024, yang direncanakan akan berlangsung paling lambat hingga 1 November 2024 untuk tingkat kecamatan. Proses ini akan dimulai dari tingkat kecamatan sebelum disahkan di pleno kabupaten.
Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, menegaskan bahwa rekapitulasi harus berlangsung transparan, cepat, dan efisien, sejalan dengan semangat demokrasi yang damai dan inklusif.
“Kami optimis seluruh proses rekapitulasi akan selesai tepat waktu. Target kami adalah menyelesaikan pleno tingkat kecamatan paling lambat 1 November. Jika ada kendala, akan langsung ditangani oleh petugas di lapangan,” ujar Lidartawan Jumat (29/11).
Lidartawan menyebut, KPU telah belajar dari pengalaman pemilu sebelumnya, terutama terkait pengelolaan logistik. Menurut Lidartawan, distribusi dan penggunaan surat suara pada Pilkada kali ini telah dipersiapkan lebih baik untuk menghindari masalah seperti kekurangan, kerusakan, atau keterlambatan.
“Kami fokus pada aspek logistik. Pengawasan dilakukan secara berlapis untuk memastikan setiap kecamatan dan TPS menerima jumlah surat suara yang sesuai,” jelasnya.
Meski demikian, KPU tetap mengantisipasi potensi kendala seperti kekurangan atau kelebihan surat suara, yang diakui masih sempat terjadi pada hari pemungutan suara. Namun, ia memastikan bahwa prosedur penyelesaian sudah dipahami dengan baik oleh petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
Selanjutnya, proses rekapitulasi di tingkat kecamatan menjadi tahap krusial sebelum pleno di tingkat kabupaten. Pleno kabupaten sendiri ditargetkan berlangsung singkat, dengan pembacaan hasil dari sembilan kecamatan yang diperkirakan hanya memakan waktu sekitar satu jam.
“Saya sudah instruksikan agar pleno di kabupaten tidak lama-lama. Ini bukan pemilu legislatif dengan banyak daerah pemilihan. Hanya sembilan kecamatan yang harus diselesaikan, dan saya yakin itu bisa lebih cepat, mungkin satu jam bisa,” kata Lidartawan.
Selain aspek teknis, Lidartawan juga menyoroti pentingnya menjaga suasana damai selama proses rekapitulasi. Pilkada Buleleng 2024, menurutnya, menjadi bukti kedewasaan masyarakat dalam berdemokrasi. Hingga kini, tidak ada insiden besar yang mencoreng proses pemilu.
“Kami mengapresiasi masyarakat Buleleng yang telah berkontribusi dalam menciptakan suasana kondusif. Ini hajatan demokrasi lima tahunan yang kita lakukan bersama, dan saya bangga melihat bagaimana masyarakat kita telah memahami arti penting proses ini,” ungkapnya.
Dengan seluruh persiapan yang telah dilakukan, KPU Buleleng optimis proses rekapitulasi akan selesai sesuai jadwal. Hasil akhir rekapitulasi diharapkan dapat diumumkan tanpa hambatan, mengukuhkan Pilkada 2024 sebagai tonggak demokrasi yang damai dan profesional di Kabupaten Buleleng.
“Kami berupaya semaksimal mungkin. Jika bisa selesai tepat waktu seperti yang disarankan KPU Bali,” ujar Ketua KPU Kabupaten Buleleng, Komang Dudhi Udiyana.***
Editor : Dian Suryantini