Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Balian Perempuan di Buleleng Dibacok Seorang Laki-laki

Dian Suryantini • Sabtu, 30 November 2024 | 03:48 WIB

Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika
Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika

 

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Peristiwa penganiayaan menggunakan senjata tajam terjadi di Banjar Dinas Juukmas, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Jumat (29/11) pagi. Korban, seorang perempuan bernama Ni Made S (59), yang berprofesi sebagai petani, menjadi sasaran serangan oleh seorang pria bernama Ketut B alias Nalo (43), yang juga petani dan berasal dari desa yang sama.

Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika membenarkan terjadinya peristiwa tersebut. Kejadian bermula sekitar pukul 07.00 WITA, ketika korban berangkat dari rumah dengan mengendarai sepeda motor. Saat itu korban membonceng cucunya untuk diantar ke sekolah. Saat tiba di lokasi kejadian, korban hendak menyeberang jalan. Namun, secara tiba-tiba, pelaku menarik korban dari belakang dan menyerangnya dengan sebilah sabit. Serangan tersebut mengakibatkan korban mengalami luka serius.

“Lukanya di bagian kanan kepala bawah,” ujar Darma saat dikonfirmasi Jumat malam.

Korban sempat berteriak meminta pertolongan, yang kemudian didengar oleh warga di sekitar lokasi. Setelah membantu korban, warga segera membawa korban ke RSUD Buleleng untuk mendapatkan penanganan medis.

“Saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit,” imbuhnya.

Setelah melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri. Namun, pihak Polsek Sukasada berhasil mengamankan pelaku bersama barang bukti berupa satu bilah sabit yang digunakan untuk menyerang korban. Motif di balik aksi penganiayaan ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

Sementara itu, kasak kusuk tentang penebasan ini ramai diperbincangkan di sekitar desa hingga perbatasan Desa Candikuning, Tabanan. Dari kabar yang beredar, korban yang berprofesi sebagai petani itu, juga menekuni ilmu spiritual atau paranormal (balian).

Konon, pelaku sering dibuli oleh korban. Namun alasan dibalik bullying yang dilakukan oleh korban masih belum pasti. Banyak warga berspekulasi aksi penebasan kepada korban dipicu lantaran sakit hati sering dihina. ***

Editor : Dian Suryantini
#paranormal #balian #pancasari #penganiayaan #penebasan #buleleng