Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Motif Penganiayaan Balian di Pancasari Buleleng Mulai Terkuak, Begini Penjelasan Polisi

Dian Suryantini • Sabtu, 30 November 2024 | 15:25 WIB

Ilustrasi garis polisi. Seorang balian di Desa Pancasari, Buleleng menjadi korban penganiayaan.
Ilustrasi garis polisi. Seorang balian di Desa Pancasari, Buleleng menjadi korban penganiayaan.

BALIEXPRESS.ID- Warga Banjar Dinas Juukmas, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, digegerkan dengan peristiwa penganiayaan menggunakan senjata tajam pada Jumat (29/11/2024) pagi.

Ni Made S,59, seorang petani dan balian (praktisi pengobatan tradisional Bali), menjadi korban penganiayaan dilakukan oleh Ketut B alias,43.  Keduanya merupakan warga Desa Pancasari.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 07.00 Wita. Kejadiannya berawal saat Ni Made S mengendarai sepeda motor untuk mengantar cucunya ke sekolah.

Sesampainya di lokasi kejadian, perempuan ini berhenti untuk menyeberang jalan. Tanpa diduga, pelaku mendekati korban dari belakang dan menyerangnya dengan sabit.

“Luka korban ada di bagian kanan kepala bawah,” jelas Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Darma Diatmika.

Teriakan korban yang meminta pertolongan menarik perhatian warga sekitar. Korban dilarikan ke RSUD Buleleng untuk mendapat penanganan medis.

Sementara pelaku kabur setelah melancarkan aksinya. Ia kemudian berhasil ditangkap petugas Polsek Sukasada bersama barang bukti sabit yang digunakan dalam penganiayaan.

Kasak-kusuk mengenai peristiwa penganiayaan ini ramai diperbincangkan di kalangan warga, bahkan hingga perbatasan Desa Candikuning, Tabanan.

Berbagai spekulasi berkembang mengenai motif di balik aksi brutal tersebut. 

Berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat, pelaku dikabarkan sering dibuli oleh korban.

Namun, alasan pasti mengapa korban melakukan perundungan terhadap pelaku masih belum jelas.

Banyak warga yang berpendapat bahwa penebasan yang dilakukan pelaku bisa jadi dipicu oleh rasa sakit hati akibat sering dihina oleh korban.

Namun demikian, Darma Diatmika belum berani memastikan motif penganiayaan ini. Katanya, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. (*)

 

 

 

 

Editor : I Made Mertawan
#balian #bali #penganiayaan #buleleng