Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tara Cara dan Mantra Nunas Tirta Akasa dari Air Hujan, Digunakan Untuk Pembersihan Pekarangan Rumah dan Usaha

Wiwin Meliana • Senin, 2 Desember 2024 | 17:49 WIB

 

Jro Bayu Ivander menjelaskan jika air hujan bisa digunakan sebagai Tirta Akasa
Jro Bayu Ivander menjelaskan jika air hujan bisa digunakan sebagai Tirta Akasa

BALIEXPRESS.ID-Menurut Jro Bayu Ivander, hari-hari tertentu seperti Purnama, Tilem, dan Kajeng Kliwon tidak hanya sekadar tanggal-tanggal biasa dalam kalender Bali, tetapi juga merupakan momen ketika energi semesta sangat terasa.

 Pada hari-hari ini, tanah dan alam semesta memberikan respons yang sangat khusus, dan air hujan yang turun dalam momen tersebut membawa energi yang sangat kuat dan murni.

Baca Juga: Prananda Prabowo Apresiasi Hasil Pilkada se-Bali, Kunjungi Kantor PDIP di Seluruh Kabupaten dan Kota

 Energi ini diyakini dapat membersihkan dan menguatkan lingkungan sekitar, baik secara fisik maupun spiritual.

Melalui akun media sosial pribadinya, Jro Bayu Ivander mengungkap bahwa air hujan yang digunakan sebagai tirta pembersihan adalah air hujan yang khusus.

Air hujan yang bisa dijadikan tirta pembersihan adalah air hujan yang turun pada Hari Purnama, Tilem dan Kajeng Kliwon.

Menurut Jro Bayu air hujan yang turun pada hari-hari tertentu itu memiliki energi atau vibrasi semesta.

Baca Juga: Umat Hindu Wajib Tahu! Air Hujan yang Turun pada Hari-Hari Ini Dapat Digunakan Sebagai Tirta Akasa

“Air hujan yang turun pada Purnama, Tilem dan Kajeng Kliwon adalah Tirta Akasa dari Ibu Pertiwi,” jelas Jro Bayu Ivander dikutip pada Senin (02/12/2024).

Lebih lanjut, Jro Bayu Ivander menyebut bahwa air hujan itu dapat ditunas dengan menggunakan wadah yang ditempatkan langsung di bawah langit.

Usai menampung air hujan yang jatuh dari langit, kemudian air hujan dapat digunakan sebagai tirta Akasa dengan menggunakan beberapa sarana upacara.

Dengan menggunakan satu buah canang sari dan juga tiga batang dupa.

Tiga batang dupa yang sudah dihidupkan digunakan untuk merajah Ong Kara pada air hujan yang ditempatkan pada wadah.

Baca Juga: Dukung Stabilitas Keuangan dan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif, BRI Raih Dua Penghargaan pada Bank Indonesia Awards 2024

Usai merajah, kemudian rapalkan mantram ONG ANG AH YA NAMAH SWAHA.

Setelah itu dupa dipadamkan dengan dicelupkan ke dalam air hujan.

“Tirta ini sudah dapat digunakan karena sudah mendapatkan energi semesta,” jelas Jro Bayu.

Tirta tersebut kini dapat digunakan untuk dipercikkan ke pekerangan rumah atau pekarangan tempat usaha sebagai penangkal energi negatif.

 

 

 

Editor : Wiwin Meliana
#tilem #air hujan #kajeng kliwon #Jro Bayu #mantra #Tirta #purnama