BALIEXPRESS.ID – Bulan Desember 2024 di Bali akan dipenuhi dengan sejumlah hari suci sesuai dengan penanggalan kalender Bali. Beberapa hari tersebut di antaranya adalah hari-hari yang dihubungkan dengan upacara keagamaan dan spiritual, di mana umat Hindu Bali melakukan berbagai ritual untuk menjaga keharmonisan alam dan kehidupan. Berikut adalah jadwal rerainan yang tercatat dalam kalender Bali untuk bulan Desember 2024:
Baca Juga: Prananda Prabowo Apresiasi Hasil Pilkada se-Bali, Kunjungi Kantor PDIP di Seluruh Kabupaten dan Kota
- 4 Desember 2024: Buda Keliwon Matal – Hari ini dipercaya sebagai waktu yang baik untuk berbagai aktivitas spiritual dan adat.
- 14 Desember 2024: Tumpek Kandang – Pada hari ini, masyarakat Bali mengadakan upacara selamatan terhadap binatang peliharaan atau ternak, serta memuja Sang Rare Angon, dewa yang dipercaya melindungi ternak agar terhindar dari penyakit dan tetap sehat serta selamat.
- 15 Desember 2024: Purnama – Hari penuh bulan atau Purnama adalah waktu yang penting dalam kalender Bali, yang seringkali diisi dengan upacara persembahyangan.
- 18 Desember 2024: Buda Wage Menail – Hari ini dipercaya sebagai hari yang baik untuk beraktivitas dalam kehidupan sehari-hari.
- 19 Desember 2024: Kajeng Keliwon Uwudan – Hari suci ini terkait dengan penghormatan terhadap air dan sumber kehidupan.
- 20 Desember 2024: Hari Bhatara Sri – Upacara pemujaan kepada Bhatara Sri, dewa padi yang memberikan hasil bumi yang melimpah, berlangsung pada hari ini.
- 30 Desember 2024: Tilem – Hari Tilem adalah hari ketika bulan baru muncul, dan menjadi waktu yang sangat penting untuk melakukan ritual pembersihan rohani dan memulai hal baru.
Selain itu, ada juga sejumlah hari dalam Ala Ayuning Dewasa yang jatuh pada Minggu, 1 Desember 2024, yang memiliki pengaruh dalam aktivitas tertentu:
- Asuajeg Turun: Hari yang baik untuk menanam padi, kacang-kacangan, sirih, berburu, dan membuat alat bunyi-bunyian seperti kentongan dan gamelan.
- Dewasa Ngelayang: Baik untuk membangun rumah atau membuat jukung.
- Kajeng Rendetan: Hari yang baik untuk menanam tanaman yang menghasilkan buah.
- Kala Gotongan: Baik untuk memulai usaha, tetapi tidak baik untuk mengubur atau membakar mayat.
- Kala Siyung: Tidak baik untuk aktivitas hari ini karena mengandung pengaruh buas.
- Kala Sor: Hari yang kurang baik untuk aktivitas yang melibatkan tanah, seperti membajak atau bercocok tanam.
- Kala Tampak: Hari yang kurang baik untuk menikah (perkawinan).
- Pepedan: Baik untuk membuka lahan pertanian baru, namun tidak baik untuk membuat peralatan dari besi.
- Rekatadala Ayudana: Baik untuk menanam tanaman berbuku atau beruas dan melakukan amal (dana punia).
- Upadana Amerta: Baik untuk menanam tanaman dan memulai kegiatan berdagang.
Selain itu, ada juga pengaruh spiritual dalam Pancasuda dan Ekajalaresi, dengan tujuan menjaga kesejahteraan masyarakat Bali dan lingkungan mereka.
Dengan berbagai hari suci dan waktu yang dianggap baik ini, masyarakat Bali melakukan berbagai kegiatan spiritual dan adat yang diyakini membawa keberkahan dan kesejahteraan dalam hidup.
Editor : Wiwin Meliana