Kronologi Lengkap Siswi SMP Meninggal Tragis di Klungkung, Ibu Dengar Teriakan ‘Mak…’

I Made Mertawan • Dipublikasikan Selasa, 3 Desember 2024 | 14:41 WIB
Ilustrasi garis polisi. Seorang balian di Desa Pancasari, Buleleng menjadi korban penganiayaan.
Ilustrasi garis polisi. Seorang balian di Desa Pancasari, Buleleng menjadi korban penganiayaan.

BALIEXPRESS.ID- Sebuah peristiwa tragis terjadi Dusun Papaan, Desa Sampalan Tengah, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Bali pada Senin (2/12/2024).

Seorang pelajar SMP berusia 14 tahun, NPS, ditemukan meninggal dunia diduga akibat tersetrum listrik di rumahnya.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh sang ibu, Ni Wayan Sukasmi, yang menemukan anaknya tergeletak di kamar dengan setrika masih menempel di tubuh.

Baca Juga: Penglipuran Diberi Target Rp29,1 Miliar Tahun 2025, Pengelola Minta Pemkab Bangli Perbaiki Fasilitas

Korban sempat dilarikan ke RSUD Klungkung, namun nyawanya tidak tertolong.

Informasi yang dihimpun, kejadian nahas yang menimpai siswi ini sekitar pukul 07.40 Wita.

Saat itu, ibu korban tengah berada di kamar mandi. Sebelumnya, ia sempat melihat anaknya sedang sarapan di kamar.

Namun, tak lama kemudian, wanita 37 tahun ini mendengar teriakan anaknya memanggil "Mak...".

Merasa ada yang tidak beres, Sukasmi segera menuju kamar anaknya. Betapa terkejutnya ia saat mendapati putrinya sudah tergeletak di lantai dengan setrika masih menempel di tubuh.

Dengan panik, Sukasmi langsung mencabut kabel setrika dan berusaha melepaskan alat tersebut dari tubuh anaknya.

Warga sekitar kemudian berdatangan untuk memberikan pertolongan.

Korban segera dilarikan ke UGD RSUD Klungkung. Namun, nyawa remaja malang itu tidak tertolong.

Dia diduga kesetrum listrik saat hendak menyetrika.  "Pasien sempat mendapatkan pertololongan dengan resusitasi jantung dan paru. Tapi kesadaran pasiem terus menurun, dan dinyatakan meninggal dunia," ujar Humas RSUD Klungkung I Gusti Putu Widiyasa.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Widiyasa menyebutkan bahwa ditemukan luka bakar pada bagian tangan serta dada dekat leher.

"Menurut keluarganya, saat ditemukan setrikanya ada di atas dada pasien," imbuhnya. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
siswi smp bali kesetrum klungkung