Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Partisipasi Pemilih di Pilkada Klungkung 2024 Tak Sesuai Target, Ini Kata Ketua KPU

I Dewa Gede Rastana • Selasa, 3 Desember 2024 | 18:39 WIB
Ketua KPU Klungkung, I Ketut Sudiana.
Ketua KPU Klungkung, I Ketut Sudiana.

BALIEXPRESS.ID – Tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada 2024 di Kabupaten Klungkung belum mencapai target yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat. Meski pesta demokrasi digelar serentak, antusiasme masyarakat untuk menggunakan hak pilih masih di bawah harapan.


Berdasarkan data dari KPU Klungkung, tingkat partisipasi pemilih pada pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Bali hanya mencapai 73,48 persen, sementara pemilihan Bupati-Wakil Bupati Klungkung berada di angka 73,45 persen. Capaian ini masih jauh dari target KPU Klungkung yang menetapkan angka partisipasi sebesar 78 persen.


Ketua KPU Klungkung I Ketut Sudiana, mengungkapkan bahwa rendahnya partisipasi pemilih disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah pelaksanaan upacara adat yang bertepatan dengan hari pencoblosan pada 27 November 2024.


“Banyak desa mengadakan upacara adat seperti odalan, pujawali, atau pitra yadnya pada hari pencoblosan. Misalnya di Kecamatan Banjarangkan, ada penyineban Ida Bhatara di Pura Agung Kentel Gumi yang berlangsung bersamaan dengan pencoblosan. Hal ini membuat warga sulit untuk datang ke TPS,” kata Sudiana, Senin (2/12/2024).


Hal serupa juga terjadi di Kecamatan Nusa Penida, di mana sejumlah desa menggelar berbagai ritual adat yang membutuhkan kehadiran warga sepanjang hari. Sudiana, yang berasal dari Desa Nyalian, mengakui bahwa desanya sendiri turut mengadakan upacara adat besar saat hari pencoblosan, sehingga banyak warga tidak sempat memberikan suara.


Selain itu, Sudiana menyoroti kendala lain, yakni pekerja swasta yang tidak dapat libur meskipun hari pencoblosan telah ditetapkan sebagai hari libur nasional. “Kami menduga banyak pekerja swasta tidak bisa menyalurkan hak pilihnya karena tidak mendapat izin libur dari perusahaan,” jelasnya.


Sudiana juga menilai bahwa upaya sosialisasi KPU sudah maksimal, termasuk menjangkau masyarakat hingga ke tingkat banjar. Namun, ia menyoroti kurangnya sosialisasi dari pasangan calon (paslon) yang bertarung di Pilkada serentak.

“Kami melihat ada potensi kurangnya upaya dari paslon untuk menjangkau masyarakat secara langsung,” ujarnya.

 

Baca Juga: Pria Kupang yang Terseret Arus Pantai Mertasari Ditemukan Tak Bernyawa di Pantai Gumicik

 


Kedepan, KPU Klungkung berencana mengevaluasi berbagai faktor yang memengaruhi rendahnya partisipasi pemilih. “Kami akan evaluasi secara menyeluruh untuk memastikan partisipasi di masa depan bisa lebih baik,” pungkasnya. (*)

Editor : I Dewa Gede Rastana
#pemilih #kpu klungkung #pilkada #klungkung #target #pencoblosan #partisipasi