Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Jalan Berlubang di Jalur Denpasar - Gilimanuk Sering Jadi Penyebab Kecelakaan di Bali: Dipicu Musim Hujan

I Putu Suyatra • Senin, 9 Desember 2024 | 22:52 WIB

BERBAHAYA : Jalan berlubang di Jalan Denpasar - Gilimanuk, wilayah Banjar Munduk Ranti, Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Jembrana. (m.basir/radar bali)
BERBAHAYA : Jalan berlubang di Jalan Denpasar - Gilimanuk, wilayah Banjar Munduk Ranti, Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Jembrana. (m.basir/radar bali)

BALIEXPRESS.ID - Memasuki musim hujan, kondisi Jalan Denpasar - Gilimanuk kian memprihatinkan dengan semakin banyaknya jalan berlubang di beberapa titik, khususnya di wilayah Jembrana, Bali.

Kondisi ini menjadi momok bagi para pengendara, mengingat tak jarang lubang jalan menjadi penyebab kecelakaan, bahkan hingga merenggut nyawa.

Salah satu titik rawan adalah di wilayah Banjar Munduk Ranti, Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya.

Sejak sebulan terakhir, tepat di tikungan depan Kantor Perbekel Desa Tukadaya, terdapat lubang besar dengan diameter sekitar 2 meter dan kedalaman 20 sentimeter.

Pengendara yang melintas harus ekstra hati-hati agar terhindar dari kecelakaan.

“Lubangnya besar dan dalam, pengendara harus pelan. Kalau yang tidak tahu ada lubang bisa kecelakaan,” ungkap Dika, salah satu warga Desa Tukadaya.

Penyebab dan Penanganan Jalan Berlubang

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 Provinsi Bali dari BPJN Jawa Timur-Bali, I Made Mardita, mengakui bahwa banyak titik jalan berlubang di wilayah Jembrana, terutama di Kecamatan Melaya.

"Kami sudah melakukan pendataan dan langsung melakukan penanganan jalan berlubang," jelasnya.

Menurut Mardita, penyebab utama jalan berlubang adalah curah hujan yang tinggi yang mengikis permukaan aspal.

Selain itu, lalu lintas kendaraan yang padat serta usia jalan yang sudah tua turut memperparah kerusakan.

"Faktor hujan, traffic jalan, dan usia jalan menjadi penyebab dominan kerusakan," tambahnya.

Pihaknya kini tengah melakukan perbaikan bertahap di beberapa titik prioritas dengan mempertimbangkan risiko kecelakaan.

Perbaikan ditargetkan selesai sebelum libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendatang.

“Setiap hari tim kami terus bergerak melakukan perbaikan. Kami berharap semua jalan berlubang selesai ditangani sebelum libur Nataru,” ujar Mardita.

Kecelakaan Akibat Jalan Berlubang

Jalan berlubang di Jalur Denpasar-Gilimanuk sering kali menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara yang tidak mengenal medan.

Tikungan tajam di depan Kantor Perbekel Desa Tukadaya menjadi salah satu lokasi yang sering memakan korban.

“Kami berharap pemerintah segera menyelesaikan perbaikan jalan ini sebelum jatuh korban lebih banyak,” kata seorang pengendara yang melintas.

Imbauan untuk Pengguna Jalan

Mardita mengimbau para pengguna jalan untuk selalu waspada, terutama saat melintasi titik-titik rawan lubang.

Ia juga meminta masyarakat untuk melaporkan kerusakan jalan agar dapat segera ditangani.

"Kerja sama masyarakat sangat penting agar jalan yang rusak dapat segera diperbaiki dan mengurangi risiko kecelakaan," pungkasnya.

Kondisi jalan yang rusak di musim hujan menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola infrastruktur.

Namun, dengan upaya perbaikan yang intensif, diharapkan masalah ini dapat segera teratasi demi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. *** 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #kecelakaan #musim hujan #Denpasar - Gilimanuk #jembrana