Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Cuaca Ekstrem di Buleleng, Puluhan Bencana Melanda, Warga Diminta Tetap Waspada

Dian Suryantini • Selasa, 10 Desember 2024 | 19:22 WIB

Salah satu bencana yang terjadi di Buleleng akibat curah hujan yang tinggi.
Salah satu bencana yang terjadi di Buleleng akibat curah hujan yang tinggi.

 

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Curah hujan tinggi akibat pengaruh fenomena La Nina memicu lonjakan kejadian bencana di Kabupaten Buleleng selama pekan pertama Desember 2024. Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, sebanyak 46 insiden bencana tercatat hanya dalam kurun waktu satu minggu. Fenomena ini menjadi rekor mingguan tertinggi sepanjang tahun.

“Kejadian ini didominasi oleh pohon tumbang, banjir, dan tanah longsor, yang mengakibatkan kerusakan pada infrastruktur di sejumlah wilayah,” ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Buleleng, I Gusti Bagus Rony Ariyana, dalam wawancara di Singaraja, Selasa (10/12).

Ia menjelaskan bahwa kecamatan seperti Busungbiu, Banjar, Sukasada, dan Tejakula menjadi daerah paling terdampak. Curah hujan di wilayah tersebut melampaui batas normal, sehingga risiko banjir dan longsor semakin meningkat.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Buleleng bekerja sama dengan berbagai pihak untuk meminimalisir dampak bencana. Sosialisasi kepada masyarakat terus digencarkan, sementara petugas lapangan melakukan pemangkasan pohon di area rawan dan memastikan peralatan darurat selalu siap digunakan.

“Kami minta masyarakat untuk terus mengikuti informasi terkini dari BMKG dan menghindari lokasi berisiko, terutama saat hujan deras,” tegas Rony.

Sementara itu, Koordinator Analisa dan Prakiraan Stasiun Klimatologi BMKG Wilayah III Denpasar, Made Dwi Wiratmaja, memproyeksikan bahwa kondisi cuaca ekstrem ini masih akan berlangsung hingga pertengahan Januari 2025.

“Meski intensitas hujan diprediksi menurun di akhir Desember, peluang hujan lebat tetap ada. Warga harus tetap waspada, terutama terhadap potensi bencana seperti banjir dan tanah longsor,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya memantau prakiraan cuaca dini melalui saluran resmi BMKG. Dengan informasi yang tepat waktu, masyarakat bisa mengatur aktivitas dan mengurangi risiko. ***

Editor : Dian Suryantini
#bencana #bmkg #BPBD #hujan #buleleng