Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Monkey Forest Ditutup Pasca Insiden, Kadispar Bali Sebut Penutupan Sementara untuk Evaluasi Keamanan

Rika Riyanti • Rabu, 11 Desember 2024 | 21:00 WIB

Beredar video detik-detik dahan pohon besar di monkey forest patah
Beredar video detik-detik dahan pohon besar di monkey forest patah

 

 

BALIEXPRESS.ID – Dua Warga Negara Asing (WNA) tewas akibat tertimpa pohon tumbang di kawasan Objek Wisata Monkey Forest, Desa Padangtegal, Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali, pada Selasa (10/12).

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun, menyatakan pihaknya sangat prihatin atas kejadian tersebut dan telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar untuk langkah selanjutnya.

"Saya ikut prihatin dan berbelasungkawa. Kejadian ini sudah kami komunikasikan dengan Kadispar Kabupaten Gianyar untuk komunikasi lebih lanjut. Untuk sementara objek wisatanya ditutup dulu," ujar Tjok Bagus Pemayun, Rabu (11/12).

Baca Juga: PARAH Sedang Proses Hukum Tanpa Ditahan di Denbar, Dua Pelajar 14 Tahun Curi Motor Lagi di Densel

Pihak pengelola telah menangani korban yang mengalami luka-luka dengan membawa mereka ke klinik terdekat, sementara biaya pengobatan ditanggung oleh badan pengelola kawasan wisata tersebut.

"Yang kedua, yang sakit-sakit sudah di-handle di klinik dan ditanggung semua oleh badan pengelola. Ketiga, asuransi juga sudah," lanjutnya.

Pemayun juga mengungkapkan bahwa kejadian ini menjadi perhatian khusus Pemerintah Kabupaten Gianyar, terutama Dinas Pariwisata Gianyar.

Baca Juga: Bencana Alam Ancam Akses Warga Bangli, Rumpun Bambu Tumbang di Jalur Tegalalang-Tambahan Bakas

Ia menekankan pentingnya pengawasan lebih ketat di setiap destinasi wisata di Bali.

"Ini menjadi atensi Pemda Gianyar terutama Kadis Pariwisata Gianyar. Di bawah DTW-DTW akan (diketatkan) staffnya," tambah Pemayun.

Terkait dengan insiden tersebut, Dinas Pariwisata Provinsi Bali sebelumnya sudah mengingatkan seluruh pengelola objek wisata di Bali untuk memperhatikan faktor keamanan dan kebersihan, terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Baca Juga: INSTIKI Bertransformasi: Prodi Teknik Informatika Kini Menjadi Prodi Informatika dengan Peringkat Akreditasi B

Pemayun menekankan pentingnya kesiapan dalam menghadapi cuaca yang tidak menentu, mengingat musim pancaroba dan hujan yang sering melanda Bali.

"Kami sebelumnya sudah mengingatkan teman-teman Kadis Pariwisata se-Bali, bahwa pastikan menyambut Nataru; satu dari sisi keamanan, sarana-prasarana, kedua, kebersihannya, sehingga semua itu bisa nyaman. SOP-nya harus pastikan itu ada. Itu meminimalisir kejadian-kejadian yang kita tidak inginkan," jelas Pemayun.

Terkait penutupan Monkey Forest, Pemayun menyatakan bahwa tempat wisata tersebut akan ditutup sementara hingga dinyatakan siap dan layak untuk dikunjungi kembali.

Baca Juga: Vietjet Sambut Pesawat ke-111, Gelar Flash Sale 24 Jam di Tanggal 12.12

"Ditutup sementara, sampai semua itu bisa berjalan," kata Pemayun.

Dinas Pariwisata Provinsi Bali juga telah meminta kepada pengelola objek wisata untuk memetakan kondisi pohon-pohon yang ada, mengingat cuaca yang sering berubah-ubah.

"Badan pengelola sudah memetakan, apalagi kan sebelumnya lama keringnya. Sekarang ditambah musim pancaroba, hujan. Sekarang masih didalami yang penting kita memitigasi bencana," tegas Pemayun.

Baca Juga: Pj Bupati Klungkung Hadiri Peringatan Puncak Hari HAM Sedunia di TMII

Penutupan Monkey Forest akan terus dievaluasi sesuai dengan perkembangan dan langkah-langkah mitigasi yang diterapkan.

"Kalau sudah oke, mungkin bisa di-expose lagi," tutupnya.(***)

Editor : Rika Riyanti
#bali #pariwisata #monkey forest #pohon tumbang