BALIEXPRESS.ID-Anggota DPD RI Bali, Niluh Djelantik turut menyoroti isu terkait Investor Rusia yang membangun Koloni untuk menguasai wilayah Desa Pancasari, Buleleng.
Hal itu terlihat dari unggahan di media sosial Instagram Niluh Djelantik.
Baca Juga: Soal Isu Koloni Rusia Kuasai Desa Pancasari, Imigrasi Singaraja Tegaskan Hal Ini
Dalam unggahannya, Niluh Djelantik membagikan tangkapan layar komentar warganet soal isu Koloni Rusia yang disebut akan menguasi Desa Pancasari.
“Izin bertanya nggih, niki wenten komentar dari semeton. Investor mana niki yang dimaksud,” tulis Niluh dikutip pada Kamis (12/12/2024) sambil memention sejumlah akun Pemkab Buleleng hingga pemprop Bali.
Tak hanya menyoroti soal isu Koloni Rusia di Desa Pancasari, Niluh Djelantik juga menyinggung pembangunan hunian mewah di Kawasan Ubud, Gianyar.
“By the way apa kabar Parq Ubud yang kemarin disegel? Kabarnya masih beroperasi, apakah benar? Perlu Mbok datang sidak langsung?” tanyanya.
Pihaknya pun menunggu transparansi hasil penyidikan dan diusut tuntas.
“Jangan sampai Bali habis dan kita menjadi pendosa meninggalkan kerusakan ke anak cucu kita,” jelasnya.
Sebelumnya, media sosial dihebohkan dengan isu bahwa Investor dari Rusia membangun Koloni untuk menguasai wilayah Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng.
Tak ingin isu tersebut berkembang liar, pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Satpol PP pun melakukan penyelidikan.
Hasilnya, ternyata tidak ada koloni tersebut alias hanya isu liar.
Kepala Satpol PP Kabupaten Buleleng, I Gede Arya Suardana mengungkapkan pihaknya sudah turun ke lokasi yang disebut-sebut sebagai koloni Rusia yang berada di kawasan Danau Buyan, pada Rabu (4/12) lalu.
Turunnya perangkat pemerintah daerah ini untuk mencegah terjadinya pelanggaran aturan di Buleleng.
Apalagi pernah terbangun Kampung Rusia di wilayah Bali selatan yakni di Canggu, Kabupaten Badung dan Ubud, Kabupaten Gianyar yang kemudian menjadi kontroversi.
”Informasinya yang kami dapat di lapangan, ada sarat sengketa antara BUMDes Pancagiri Kencana dengan PT SBH. Karena ada kabar pengalihan kepemilikan dari orang Indonesia ke orang Rusia, sehingga heboh disebut akan dibangun koloni,” ujarnya saat ditemui pada Selasa (10/12) siang.
Dilanjutkan Arya Suardana, secara singkat mengenai lokasi tersebut, keterangan dari perangkat Desa Pancasari bahwa lahan tersebut dikatakan sudah kembali menjadi tanah negara sejak 2012. Sebab dulunya, PT SBH menggunakannya sebatas HGB hingga tahun 2012.