BALIEXPRESS.ID-Polsek Kuta Utara akhirnya mengamankan seorang pemuda yang terekam membawa sebuah samurai di jalan shortcut Canggu.
Dalam sebuah video yang beredar, pemuda yang belakangan diketahui bernama Made Ivan itu berjalan di atas trotoar sambil membawa sebilah samurai.
Baca Juga: Viral di Media Sosial, Pemuda Bawa Samurai di Jalan Gegerkan Warga Canggu Bali
Namun belakangan, usai diamanakan oleh Polsek Kuta Utara ternyata samurai yang dibawa bukanlah samurai asli.
Melainkan samurai yang terbuat dari bahan kayu.
“Perkenalkan nama saya I Made Ivan yang sempat viral di medsos,” jelas pria tersebut dalam klarifikasinya yang diunggah oleh akun @polsek_kuta_utara dikutip pada Sabtu (14/12/2024).
Lebih lanjut, pihaknya mengaku bahwa tidak bermaksud membuat masyarakat merasa resah.
Baca Juga: Pengelolaan Tujuh Kios Anjungan Penelokan Kintamani Tak Kunjung Tuntas, Ini Kendalanya!
Bahkan secara mengejutkan pihaknya mengaku bahwa samurai yang dibawa adalah palsu.
“Bahwa samurai ini bukan betulan tapi samurai kayu, tajem nggak,” jelasnya.
Pihaknya pun meminta maaf atas kegaduhan di media sosial dan membuat masyarakat resah.
Sebelumnya, Jagad media sosial dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan seorang pemuda yang berjalan di jalanan Canggu sambil membawa sebuah samurai.
Baca Juga: Waspada! Tiga Kasus Pencurian di Bebalang Bangli Sepanjang Desember, Pelaku Belum Ditangkap
Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @canggubalinews ini dengan cepat menjadi viral, menarik perhatian banyak pengguna media sosial di Bali.
Dalam video yang berdurasi beberapa detik tersebut, terlihat seorang pemuda mengenakan hoodie hitam berjalan di trotoar di kawasan shortcut Canggu.
Yang menjadi sorotan utama adalah samurai yang digenggam erat oleh pemuda tersebut dengan tangan kanan, sementara di tangan kiri ia memegang sarung samurai.
Aksi ini tampaknya dilakukan di malam hari, dengan latar belakang jalanan yang cukup ramai oleh aktivitas warga dan pengendara.
Aksi pemuda ini langsung memicu kehebohan di kalangan warga yang kebetulan melintas.
Editor : Wiwin Meliana