BALIEXPRESS.ID-Desa Adat Sanur mengadakan rapat koordinasi usai viral di media sosial keributan yang melibatkan taksi lokal dan taksi online, pada Jumat (13/12/2024).
Rapat koordinasi tersebut melibatkan Galang Kangin Transport (GKT), BUPDA, BANKAMDA, Prajuru Bagha Pawongan, Kertha dan Sabha Desa dengan membahas keamanan dan transportasi di areal Matahari Terbit.
Baca Juga: Sempat Dikira Begal, Aksi Pemuda Bawa Samurai di Canggu Ternyata Untuk Kembalikan Fungsi Trotoar
Dikutip dalam akun media sosial @desa_adat_sanur, bendesa mengajak semua lini untuk ikut terlibat dalam keamanan dan ketertiban di wewidangan Desa Adat Sanur, Bali.
Dari hasil rapat diputuskan untuk mengambil tindakan tegas kepada Taxi Online yang mangkal di trotoar jalan Bypass Sanur dekat Pelabuhan.
“Tindakan ini diambil untuk mengatasi kemacetan dan menghindari gesekan antara Taxi Online dan transportasi lokal,” tulis keterangan tertulis di akun @desa_adat_sanur.
Sebelumnya, Polsek Denpasar Selatan akhirnya buka suara terkait dengan keributan viral yang melibatakan sopir taksi lokal dan taksi online di Sanur Bali pada Kamis (12/12/2024) lalu.
Baca Juga: Manjakan Nasabah di HUT ke-129, BRI Tebar Ragam Promo Spesial
Dalam rilis tertulisnya, Polsek Denpasar Selatan membeberkan kronologis kejadian yang menyebabkan keributan tersebut.
Berawal pada hari Kamis pukul 15.00 Wita, keributan tersebut melibatkan organisasi Galang Kangin Transport dan Sopir Taksi Online (Grab).
Keributan berawal dari sopir taksi online (Grab) yang mangkal di Jalan Matahari Terbit, Sanur.
Ditempat tersebut jelas-jelas terdapat tanda larangan parkir dan tanda larangan berhenti.
Baca Juga: Terungkap! Samurai yang Dibawa Pemuda di Shortcut Canggu Ternyata Palsu, Minta Maaf dan Klarifikasi
Sopir taksi Grab tersebut kemudian ditegur oleh Kelompok organisasi Galang Kangin Transport agar tidak mangkal dan menghidupkan aplikasi karena dilokasi sudah ada organisasi taksi lokal.
“Akan tetapi yang bersangkutan atau sopir Grab tidak mau pindah dan ngotot mengatakan kalau ini merupakan jalan umum dan terjadi adu argument,” jelas Polsek Densel dalam rilis tertulisnya.
Dengan adanya keributan tersebut, rekan dari sopir Grab yang mangkal di sepanjang jalan By Pass Ngurah Rai Pantai Terbit mulai berdatangan dan semakin berdatangan dan semakin menambah terjadinya keributan di tengah jalan.
Mengetahui terjadinya keributan petugas segera mendatangi lokasi dan melerai kedua belah pihak namun tidak terjadi kesepakatan di lokasi.
Baca Juga: Pengelolaan Tujuh Kios Anjungan Penelokan Kintamani Tak Kunjung Tuntas, Ini Kendalanya!
Selanjutnya kedua belah pihak yang bermasalah di bawa ke Polsek Denpasar Selatan untuk dilakukan mediasi.
Setelah dilakukan mediasi, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan permasalahan tersebut dengan cara kekeluargaan.