BALIEXPRESS.ID-Jelang akhir tahun 2024, musim penghujan di sejumlah wilayah Indonesia sering kali disertai dengan badai kilat atau petir yang berbahaya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada dan mengetahui langkah-langkah yang perlu diambil saat cuaca disertai petir.
Bahkan terbaru, seorang pemuda Yoga Dwita Anugrah,24, warga Jalan Dewi Kunti, Tanjung Bungkak, Sumerta Kelod, Kota Denpasar, Bali meninggal dunia setelah disambar petir Sabtu (14/12/2024).
Saat itu, ia berteduh di Bale Bengong Anjungan Laut Pantai Mertasari, Desa Sanur Kauh, Kota Dempasar sekitar pukul 15.30 WITA.
Untuk mencegah hal yang sama terjadi, BMKG melalui akun Instagram resmi @infobmkg membagikan sejumlah tips penting yang dapat membantu mengurangi risiko bahaya petir.
Berikut adalah beberapa hal yang sebaiknya dilakukan saat mendengar guntur atau melihat kilat:
- Masuk ke Dalam Ruangan atau Mobil
Jika sedang berada di luar ruangan dan mendengar suara guntur, segera cari tempat berlindung, baik itu di dalam ruangan atau kendaraan. Mobil, berkat efek sangkar Faraday, dapat melindungi penumpangnya dari sambaran petir. Sambaran petir akan mengalir di permukaan logam bodi mobil dan tidak masuk ke dalam kabin, menjaga keselamatan penumpang. - Jauhi Kolam Renang
Petir dapat mengantarkan energi ke dalam air. Oleh karena itu, jika sedang berada di kolam renang, segera keluar dan menjauh dari kolam untuk menghindari bahaya. - Hindari Berlindung di Bawah Pohon
Jangan berlindung di bawah pohon saat hujan disertai petir. Jika pohon tersambar petir, energinya dapat melompat ke tubuh manusia dan berisiko menyebabkan cedera atau kematian.
- Jauhi Tiang Listrik dan Bangunan Tinggi
Tiang listrik, menara, atau objek tinggi lainnya adalah sasaran potensial bagi sambaran petir. Hindari berada terlalu dekat dengan objek tersebut untuk mengurangi risiko tersambar. - Berlindung Saat Berada di Lahan Terbuka
Jika berada di sawah, lapangan, atau taman, segera carilah tempat berlindung. Petir cenderung mencari tempat tertinggi untuk melepaskan muatan energi, sehingga lahan terbuka berisiko tinggi bagi keselamatan. - Berhenti Jika Mengendarai Motor
Jika sedang mengendarai motor, segeralah berhenti dan cari tempat yang aman untuk berlindung. Sepeda motor tidak dapat melindungi pengendara dari sambaran petir. - Jaga Jarak Saat Berteduh di Luar Ruangan
Jika berteduh di luar ruangan dengan orang lain, pastikan untuk menjaga jarak 3-5 meter dengan orang lain. Ini untuk menghindari lontaran energi yang dapat terjadi saat petir menyambar.
- Posisi Tubuh yang Tepat
Saat berada di luar ruangan, berdirilah dengan kaki rapat atau hanya dengan satu kaki untuk mengurangi risiko arus listrik dari petir yang bisa melewati tubuh kita. - Matikan Alat Komunikasi dan Elektronik
Sebaiknya matikan perangkat elektronik atau alat komunikasi, seperti handphone, karena sinyal yang dipancarkan dapat memicu sambaran petir. - Gunakan Alas Kaki yang Kering
Hindari menggunakan alas kaki basah saat hujan disertai petir. Sebaiknya pastikan alas kaki yang digunakan kering atau tertutup untuk mencegah aliran listrik petir ke tubuh.
Dengan mengikuti langkah-langkah pencegahan ini, diharapkan masyarakat dapat mengurangi risiko kecelakaan atau cedera akibat sambaran petir, terutama selama musim penghujan yang sering disertai badai petir. Tetap waspada dan utamakan keselamatan saat cuaca buruk melanda.
Editor : Wiwin Meliana