BALIEXPRESS.ID - Aksi nekat dilakukan seorang pelukis tato inisial MZ, 34, di Jalan Bypass Ngurah Rai, Gang Maharaja, Kuta, Badung, Bali, pada Minggu, 15 Desember 2024.
Pelukis tato itu memanjat papan reklame (billboard) setinggi 15 meter di Bali, diduga mencoba untuk akhiri hidup.
Usut punya usut, aksi nekat ini dilakukannya karena masalah asmara (diputusin pacar). Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi membenarkan adanya kejadian ini.
Berdasar keterangan saksi inisial PH, 23, awalnya MZ terlihat berlari dari arah selatan menuju pintu gerbang, pukul 19.00 WITA.
"Pelaku percobaan b*nuh diri berlari cepat ke arah papan reklame dan sempat mondar-mandir," ujar Sukadi, Senin, 16 Desember 2024.
Berselang beberapa jam kemudian, tepatnya pukul 21.00 WITA, MZ tiba-tiba terlihat sudah berada di atas papan reklame.
"Aksinya diketahui karena yang bersangkutan berteriak kepada salah satu orang di bawah," tambahnya.
MZ lantas melepas pakaian dan melempar beberapa kertas berisi catatan ke orang-orang di bawah.
Dia juga meminta untuk menghubungi sebuah yayasan yang berada di Dalung, Kuta Utara, Badung.
Tak berselang lama beberapa kerabatnya tiba di lokasi dan melaporkan hal ini ke polisi.
Petugas dari Polsek Kuta yang dipimpin langsung oleh Kapolsek AKP I Ketut Agus Pasek Sudina pun datang untuk bernegosiasi dengan MZ.
Polisi meminta pria itu agar turun dari papan reklame dan supaya tidak melakukan hal-hal yang merugikan dirinya sendiri.
Proses negosiasi berlangsung alot. Setelah lima jam lamanya berkomunikasi, MZ akhirnya luluh dan mau turun.
Saat diinterogasi, dia mengakui motifnya melakukan aksi nekat tersebut karena masalah asmara tersebut. (*)
Editor : I Gede Paramasutha