Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Acak Acak Sesajen usai Piodalan di Ungasan, Pemuda Kerasukan, Bersuara Seperi Ular dan Makan Dupa

I Gede Paramasutha • Selasa, 17 Desember 2024 | 01:03 WIB
Tangkapan layar video viral saat Anas kerasukan dan acak-acak sesajen. (Bali Express/Istimewa)
Tangkapan layar video viral saat Anas kerasukan dan acak-acak sesajen. (Bali Express/Istimewa)

BALIEXPRESS.ID - Warga di Jalan Tukad Jinah Blok A, Banjar Kelod, Desa Ungasan, Kuta Selatan, Badung dibuat geger oleh seorang pemuda bernama Anas Kurniawan, 21, pada Minggu, 15 Desember 2024, sore.

Pemuda itu diduga kerasukan saat acak acak sesajen yang baru selesai digunakan untuk upacara piodalan oleh pemilik rumah di Ungasan tersebut.

Kejadian ini pun viral di media sosial dan memicu diskusi terkait fenomena kerasukan dan kepercayaan lokal. Sehingga, Polsek Kuta Selatan turun tangan. 

Kapolsek Kutsel Kompol I Gusti Ngurah Yudistira menerangkan, pemilik rumah bernama I Kadek Wirata Putra awalnya meletakan sesajen di depan rumah, sekitar pukul 17.00 WITA.

"Sesajen itu sudah selesai digunakan untuk upacara piodalan di rumahnya, jadi bukan lagi bagian dari proses sakral yang berlangsung," ujar Yudistira, Senin, 16 Desember 2024. Tiba-tiba, Anas datang merusak sesajen tersebut.

"Pemuda itu mendekat dari arah timur dengan cara merangkak, juga mengeluarkan suara aneh menyerupai ular," imbuhnya.

Lalu, Anas yang diduga sudah kerasukan memberikan isyarat meminta dupa.

Dupa yang sudah dinyalakan berisi api lantas dimakan olehnya.

Setelah itu, pemuda tersebut pun jatuh pingsan.

Sementara itu, menurut kesaksian teman Anas bernama Joko Ristono, mereka sempat minum bir di kos sebelum peristiwa tersebut. 

"Dari keterangan rekannya, dia keluar dari kos dalam keadaan tidak normal, lalu merangkak menuju rumah tempat Piodalan berlangsung," beber Yudistira.

Pemilik rumah pun menutup pintu gerbangnya guna mencegah kerumunan warga yang datang menyaksikan.

Berselang 30 menit kemudian, Anas dibawa kembali ke kos dan tak lama setelah itu ia siuman.

Anehnya, pemuda ini mengaku tidak mengingat apa pun yang terjadi. 

"Hingga saat ini, kami masih mendalami kasus ini, agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat," tandasnya. (*)

Editor : I Gede Paramasutha
#sesajen #ungasan #kerasukan #Acak acak #pemuda