BALIEXPRESS.ID-Kematian Molly seekor gajah betina tak hanya menyisakan duka mendalam bagi managemen Bali Zoo namun juga duka bagi warganet.
Warganet di media sosial bahkan membanjiri unggahan terakhir akun @balizoo dengan ungkapan duka yang mendalam.
Baca Juga: Pernyataan Jokowi Terkait Pemecatannya dari PDIP Menimbulkan Banyak Tanda Tanya
Sebagian besar warganet di media sosial mengungkapkan rasa keprihatinan atas kematian Molly gajah betina yang berusia 45 tahun itu.
Bahkan tak sedikit yang menilai bahwa kematian Molly terseret arus sungai karena kelalaian pihak pengelola.
“Curiga ini jangan-jangan kelalaian petugas, kalo emang tiba-tiba arusnya deras, pawangnya waktu itu posisinya di mana? Dia ikut terseret arus gak? Tolong buat kronologi yang jelas, kalau memang ini ada unsur keteledoran, own it! Akui itu, jangan ditutupi,” jelas akun @dhietyakartika.
Baca Juga: Soal Pemecatan dari PDIP, Jokowi Beri Tanggapan Santai, Begini Reaksi PDIP!
“Dear @balizoo kenapa bisa terjadi? Bukan kah Molly stay di sana bertahun-tahun dan musim penghujan udah sering dilalui? Kenapa kejadian ini bisa terjadi? Kayak ga masuk dipikiran tyang. Kecuali penjaganya baru jadi kurang cekatan. Tolong lebih sering di maintenance dan cek-cek daerah sekitar,” jelas akun @lidya_partaiburuh.
Bahkan unggahan akun @balizoo kini telah diserbu dengan ribuan komentar warganet.
Sebelumnya, melalui akun media sosialnya @balizoo, managemen menyampaikan duka mendalam atas kematian Molly usai hanyut terbawa arus Sungai Tukad Ceng-Ceng di Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Gianyar, pada Senin (16/12/2024).
“Dengan berat hati kami membagikan berita sedih Molly, gajah kami yang berusia 45 tahun tercinta yang telah meninggal dunia,” tulis akun @balizoo dikutip pada Rabu (18/12/2024).
Lebih lanjut, pihak managemen mengumumkan bahwa usai pencarian selama 15 jam, Molly akhirnya ditemukan tak bernyawa di Sungai Cengceng, Sukawati, Gianyar.
Baca Juga: Gibran Singgung Pemecatan dari PDIP saat Pelantikan PP Pemuda Katolik, Merasa Senasib dengan Gusma
“Kami mengucapkan terima kasih yang terdalam kepada BKSDA Bali dan masyarakat setempat atas dukungan yang tak tergoyahkan dan upaya yang tak kenal Lelah dalam membantu tim kami sepanjang pencarian,” jelasnya.
Lebih lanjut, pihak managemen mengungkap bahwa Molly merupakan seekor gajah yang memiliki sifat baik dan lembut membawa sukacita bagi semua yang mengenalnya.
Sebelumnya, Sebelumnya diberitakan, Seekor gajah betina bernama Moly, berusia 30 tahun, milik Bali Zoo, dilaporkan hanyut terbawa arus Sungai Tukad Ceng-Ceng di Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Gianyar, pada Senin (16/12/2024) sekitar pukul 15.30 WITA.
Editor : Wiwin Meliana