Hujan Deras Picu Longsor, Batu Raksasa Hantam Rumah Warga di Bali
I Putu Suyatra• Kamis, 19 Desember 2024 | 15:28 WIB
Rumah milik Ketut Sarya yang ditimpa batu besar di Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. (Istimewa.)
BALIEXPRESS.ID - Sebuah rumah milik Ketut Sarya, warga Banjar Dinas Ceblong, Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Buleleng, Bali, rusak parah setelah tertimpa batu raksasa yang jatuh akibat longsor.
Peristiwa nahas ini terjadi pada Senin (16/12) sekitar pukul 16.00 WITA, saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Batu besar tersebut berasal dari lereng bukit berbatu di atas rumah korban. Menurut Perbekel Desa Sudaji, Made Ngurah Fajar Kurniawan, air hujan yang terus mengikis tanah di lereng bukit menyebabkan longsor hingga batu besar itu terlepas dan menghantam rumah yang berada tepat di bawahnya.
"Rumah Pak Sarya berada di lereng bukit. Saat hujan deras, batu besar runtuh dari atas dan menghancurkan rumahnya. Hingga saat ini, batu tersebut belum bisa dievakuasi," ujar Fajar saat dikonfirmasi pada Rabu (18/12).
Kerugian Ditaksir Rp 15 Juta, Warga Diungsikan
Kerusakan rumah Ketut Sarya diperkirakan menyebabkan kerugian sekitar Rp 15 juta.
Aparat desa sudah memberikan bantuan awal, termasuk menyediakan opsi pengungsian sementara di balai desa bagi keluarga korban dan warga lain yang merasa tidak aman tinggal di kawasan rawan longsor.
Selain itu, bantuan pangan untuk keluarga Ketut Sarya telah disalurkan. Pemerintah Desa Sudaji juga terus mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor, mengingat cuaca yang tidak menentu.
"Kami mengimbau warga yang tinggal di lereng bukit untuk mengungsi jika merasa tidak aman, baik ke rumah keluarga, tetangga, atau balai desa," tambah Fajar.
BPBD: Evakuasi Batu Raksasa Terkendala Ukuran
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buleleng, Putu Ariadi Pribadi, menyatakan pihaknya sudah melakukan asesmen di lokasi.
Namun, proses evakuasi batu raksasa masih terkendala karena ukurannya yang sangat besar.
"Kami sudah mengecek lokasi. Namun, batu tersebut belum bisa dievakuasi karena memerlukan peralatan khusus. Kami juga mengingatkan warga di perbukitan untuk tetap waspada, terutama saat hujan deras," jelas Putu Ariadi.
Fenomena longsor seperti ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dini, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan perbukitan berbatu.
Pemerintah desa dan BPBD terus berupaya mengantisipasi potensi bencana di wilayah rawan seperti Sudaji. ***