SINGARAJA, BALI EXPRESS – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Buleleng menunjukkan penurunan signifikan pada tahun 2024, mencapai angka 2,06 persen. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata tingkat pengangguran provinsi Bali, menandai keberhasilan pemerintah daerah dalam menekan pengangguran melalui berbagai program strategis.
Penurunan ini merupakan hasil dari program pelatihan keterampilan yang difokuskan pada sektor kapal pesiar dan peluang kerja di luar negeri. Selain itu, fasilitasi kerja yang melibatkan kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta menjadi kunci dalam pencapaian ini.
Penjabat Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana, mengungkapkan optimisme terhadap pembangunan daerah yang terus mengalami peningkatan. “Kami optimis pembangunan Buleleng akan terus berlanjut dengan hasil yang semakin baik di tahun-tahun mendatang,” ungkapnya dalam acara di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja, pada Senin (23/12).
Penurunan angka pengangguran ini terlihat signifikan jika dibandingkan dengan data tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2022, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Buleleng mencatat TPT sebesar 5,20 persen. Angka ini kemudian turun menjadi 3,60 persen pada tahun 2023, dan kini berhasil ditekan hingga 2,06 persen pada tahun 2024. Penurunan ini tidak hanya mencerminkan keberhasilan program pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung berbagai inisiatif.
Salah satu faktor yang turut andil dalam penurunan TPT adalah pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Industri-industri rumahan yang digalakkan pemerintah daerah sering dilibatkan dalam berbagai momen pemerintahan, memicu semangat masyarakat untuk berwirausaha. Melalui bantuan dan pendampingan kepada UMKM, banyak usaha yang mampu berkembang hingga memberikan peluang kerja baru bagi masyarakat sekitar.
Program pelatihan keterampilan juga difokuskan pada sektor-sektor strategis seperti perhotelan, pariwisata, dan bidang maritim. Sektor kapal pesiar, khususnya, menjadi sorotan utama karena tingginya permintaan tenaga kerja di pasar global. Pemerintah bekerja sama dengan lembaga pelatihan dan perusahaan untuk mempersiapkan tenaga kerja yang kompeten sehingga mampu bersaing di tingkat internasional.
Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, Buleleng kini menjadi salah satu contoh sukses dalam menurunkan tingkat pengangguran. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi daerah lain untuk mengimplementasikan program serupa. Pemerintah Kabupaten Buleleng berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan SDM dan sektor usaha demi mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. ***
Editor : Dian Suryantini