Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Jelang Nataru, PLN dan Pemprov Bali Pastikan SPKLU Siap Layani Kendaraan Listrik

Rika Riyanti • Selasa, 24 Desember 2024 | 17:31 WIB

PERSIAPAN: PT PLN (Persero) bersama Dinas Ketenagakerjaan Energi Sumber Daya Mineral (Disnaker ESDM) Provinsi Bali, Dinas Pariwisata Provinsi Bali dan Dinas Perhubungan Provinsi Bali pastikan kesiapan
PERSIAPAN: PT PLN (Persero) bersama Dinas Ketenagakerjaan Energi Sumber Daya Mineral (Disnaker ESDM) Provinsi Bali, Dinas Pariwisata Provinsi Bali dan Dinas Perhubungan Provinsi Bali pastikan kesiapan

 

 

 

BALIEXPRESS.ID - PT PLN (Persero) bersama Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM, Dinas Pariwisata, serta Dinas Perhubungan memastikan kesiapan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk melayani pengguna kendaraan listrik selama perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

PLN telah menyiapkan 63 lokasi SPKLU dengan 123 titik pengisian yang telah melalui pengecekan rutin untuk menjamin layanan optimal pada masa puncak kunjungan wisatawan ke Bali.

Demikian disampaikan General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali, Eric Rossi Priyo Nugroho.

Baca Juga: Bank BPD Bali Optimis Tutup Tahun 2024 dengan Catat Kinerja Cemerlang

“Ada regu petugas yang terus berkeliling memastikan SPKLU bisa digunakan khususnya akhir tahun atau peak season seperti saat ini, Bali menjadi tujuan wisata wisatawan domestik, luar negeri, dan libur anak sekolah, jadi masyarakat tidak perlu was-was saat liburan menggunakan kendaraan listrik karena semua tempat sudah tercover SPKLU di Bali,” katanya, Selasa (24/12).

Pihaknya menambahkan bahwa untuk memudahkan pengguna kendaraan listrik, PLN juga melengkapi SPKLU dengan aplikasi yang dapat memantau ketersediaan SPKLU.

“PLN telah menyiapkan aplikasi PLN Mobile untuk memantau di titik mana terjadi antrean, atau di mana SPKLU yang unavailable atau sedang offline,” jelasnya.

Baca Juga: 15 Warga Binaan Lapas Singaraja Terima Rapor Pendidikan dalam Program Kertawana

Kesiapan SPKLU PLN dalam menyambut Nataru mendatang diapresiasi oleh Kepala Dinas Pariwisata, Tjokorda Bagus Pemayun.

Ia mengatakan Bali sebagai destinasi pariwisata membutuhkan mobil listrik karena ramah lingkungan.

Menurutnya kecenderungan wisatawan di masa depan akan mencari wisata yang menyehatkan dan Bali sudah siap untuk menjawab kebutuhan itu.

“Bali adalah jawabannya karena regulasi dan sarana prasarana sudah disiapkan. Tentu ini luar biasa untuk meningkatkan Bali sebagai tempat wisata yang berkualitas dan bermartabat,” ucapnya.

Ia pun mendorong semua pihak untuk sama-sama menjaga Bali yang berkualitas.

“Tak hanya Pemerintah namun juga swasta dan masyarakat, termasuk media agar dapat menyebarluaskan informasi terkait SPKLU yang ada di Bali,” tambahnya.

Baca Juga: Viral! Pemilik Lahan Tutup Akses Spot Foto di Kelingking Beach, Begini Kata Kapolsek Nusa Penida

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali, Ida Bagus Setiawan menyampaikan Disnaker ESDM ditugaskan Gubernur untuk mempercepat ekosistem electric vehicle (EV) sesuai dengan Surat Edaran nomor 17 tahun 2024 tentang Penyediaan Infrastruktur Pengisian Listrik Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai di Provinsi Bali.

“Tujuannya adalah ada tren meningkat roda empat dan roda dua, khususnya roda empat kan harus disediakan infrastrukturnya,” ungkapnya.

Pihaknya juga menekankan bahwa edaran ini dapat menjadi rujukan bagi investor juga dan calon investor yang ingin bekerja sama dengan PLN atau sub holding PLN.

Baca Juga: Kajari Gianyar Tekankan Pentingnya Peran Sentra Gakkumdu dalam Mendukung Pemilu 2024

“Kaitannya dengan mengelola tempat-tempat yang bisa menggabungkan aktivitas ekonomi dan infrastruktur SPKLU. Inilah yang ingin didorong pemerintah untuk mempercepat jumlah infrastruktur EV,” terangnya.

Kepala Bidang Keterpaduan Moda Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Kadek Mudarta menyebutkan tiap tahunnya terdapat peningkatan pengguna kendaraan listrik hingga dua kali lipat.

“Per 30 September ada 8.019 kendaraan listrik yang teregistrasi di Bali. Motor ada 6.870 unit, kendaraan roda tiga ada 57 unit, mobil listrik ada 1.092 unit. Peningkatannya cukup signifikan,” bebernya.

Baca Juga: Kasus DBD Melonjak di Tabanan, RSUD Singasana Tangani 1.076 Pasien Sepanjang 2024

Menurutnya yang mendorong peningkatan kendaraan listrik adalah salah satunya terkait isu lingkungan dan bervariasi desain serta suplai kendaraan listrik serta adanya insentif pembelian kendaraan dari pemerintah.

Terakhir pihaknya juga menuturkan rencana pemerintah untuk mengembangkan moda transportasi publik yang masih dalam tahap penyusunan uji kelayakan.

“Saat ini masih menyusun studi kelayakan penerapan electric bus rapid transit di kawasan SARBAGITA, sedang kita usulkan untuk memperoleh pendanaan hibah,” tutupnya.(***)

 

SUDAH BEROPERASI: Sejumlah pengendara melintasi flyover dan semi underpass Canguk, Selasa (24/12/2024).
SUDAH BEROPERASI: Sejumlah pengendara melintasi flyover dan semi underpass Canguk, Selasa (24/12/2024).
Editor : Rika Riyanti
#nataru #pln uid bali #kendaraan listrik #spklu