BALIEXPRESS.ID-Insiden robohnya Bale Pesandekan di Banjar Pengiasan, Desa Mengwi, Badung saat akan di pelaspas turut menjadi sorotan Anggota DPD RI Bali, Arya Wedakarna.
Melalui akun media sosialnya, Arya Wedakarna mengunggah foto kondisi Bale Pesandekan setelah ambruk.
Baca Juga: VIRAL! Bale Pesandekan di Mengwi Roboh Jelang di Pelaspas, Warganet Soroti Pengelolaan Anggaran
Dalam keterangan unggahan, AWK mempertanyakan anggaran fantastis yang digunakan dalam pembangunan proyek tersebut.
Bahkan AWK mendesak agar Kejari Badung memeriksa proyek yang didanai dari Dana Bantuan Khusus (BKK) Pemerintah Kabupaten Badung itu.
“Meminta Kejaksaan Negeri Badung @kejaribadung memeriksa proyek pemkab Badung ini. Bagaimana mungkin proyek milyaran berkualitas seperti ini,” tanya @aryawedakarna dikutip pada Rabu (25/12/2024).
Sebelumnya, insiden mengejutkan terjadi di Banjar Pengiasan, Desa Mengwi, Badung, pada Selasa pagi (24/12/2024), ketika Bale Pesandekan yang baru saja dibangun ambruk tanpa sebab yang jelas.
Padahal, proyek ini sedianya akan dipelaspas pada hari tersebut. Tidak ada hujan atau angin kencang yang dilaporkan saat kejadian, membuat kejadian ini semakin mencuri perhatian.
Bale Pesandekan yang roboh merupakan bagian dari proyek pembangunan yang dibiayai dengan Dana Bantuan Khusus (BKK) Pemerintah Kabupaten Badung dengan total anggaran sebesar Rp 11 miliar.
Proyek ini terdiri dari pembangunan Bale Pesandekan, proyek penyosohan gabah, balai subak, dan pengolahan sampah organik. Proyek ini rencananya akan diserahterimakan pada Jumat, 17 Desember 2024, namun pada Selasa, 24 Desember,
Bale Pesandekan yang belum sepenuhnya selesai tersebut direncanakan untuk dipelaspas pada pukul 13.00 WITA.
Baca Juga: Peringatan Dini BMKG: Hujan Lebat dan Angin Kencang Melanda Bali Hari Ini Rabu 25 Desember 2024
Namun, sebelum acara tersebut dilaksanakan, Bale Pesandekan yang sedang dikebut pemasangan genteng kodok itu ambruk hingga rata dengan tanah.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun dua pekerja dilaporkan mengalami luka-luka dan segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Kejadian ini langsung menjadi sorotan di media sosial, dengan banyak warganet yang mempertanyakan kualitas dan pengelolaan proyek tersebut, terutama karena dana yang digunakan cukup besar.
Beberapa pengguna media sosial menuntut adanya audit terhadap proyek tersebut untuk memastikan tidak ada masalah dalam penggunaan anggaran yang mencapai Rp 11 miliar.
Editor : Wiwin Meliana