BALIEXPRESS.ID-Viralnya keluhan pedagang pasar seni di Bali karena sepinya pengunjung ditanggapi oleh Anggota DPR RI Bali, Arya Wedakarna.
Melalui akun media sosialnya, Arya Wedakarna menyebut bahwa pedagang semeton Bali dihancurkan dari semua arah.
Pihaknya pun mendesak agar pemkab membantu mencarikan solusi untuk pedagang pasar.
Bahkan AWK menyebut pusat oleh-oleh Bali harus dibatasi.
“Salah satu kegagalan pemerintah di Bali adalah dengan tidak memberikan perlindungan kepada pedagang pasar,” tulis AWK melalui Instagramnya dikutip pada Rabu (25/12/2024).
Lebih lanjut, Arya Wedakarna juga meminta agar driver-driver pariwisata dan guide orang Bali seharusnya memberikan pilihan utama agar wisatawan mampir ke pasar seni tradisional.
“Jangan hanya sekedar mampir di pusat oleh-oleh,” jelasnya.
AWK menyebut sepinya pasar seni di Bali adalah kesalahan kolektif penguasa dan stakeholder.
Baca Juga: 22 Narapidana di Rutan Bangli Terima Remisi Natal, Didominasi Kasus Narkotika
Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan kondisi pasar seni di Bali yang sepi pengunjung viral di media sosial.
Dalam video yang dibagikan oleh akun @putumutia3 melalui akun @punapibalinews, terlihat seorang pedagang yang merekam pasar yang kosong dengan beberapa stand yang bahkan ditinggalkan oleh pedagangnya.
Video ini langsung menarik perhatian warganet, yang kemudian beragam berkomentar tentang kondisi pasar seni yang semakin sepi.
Seorang pedagang wanita dalam video tersebut mengungkapkan keluhannya tentang kondisi pasar seni yang tidak lagi ramai pengunjung.
“Ratu dados kene kewentenan pasar seni ne mangkin, suwung sepi saplar ten wenten tamu metumasan,” ujar pedagang tersebut.
Artinya, pasar seni kini sangat sepi dan tidak ada lagi wisatawan yang datang untuk berbelanja.
Pedagang tersebut juga menyebutkan bahwa banyak stand yang kosong karena para pedagang sudah enggan berjualan karena tidak ada pembeli lagi.
Pedagang ini juga berharap agar pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi pasar seni yang saat ini sangat bergantung pada pengunjung.
“Payuk jakan ne driki, mangde kembali sekadi dumun keadaane, rame polih megarus,” tambahnya, yang berarti ia berharap pasar kembali ramai seperti dulu agar mereka dapat melanjutkan usaha mereka.
Editor : Wiwin Meliana