Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Antisipasi Kemacetan Jelang Tahun Baru, Rekayasa Lalin Diterapkan di Sekitar Bandara Ngurah Rai

Wiwin Meliana • Rabu, 25 Desember 2024 | 17:19 WIB

Mencegah kemacetan akan dilaukan rekayasan lalu lintas di sekitar Bandara Ngurah Rai
Mencegah kemacetan akan dilaukan rekayasan lalu lintas di sekitar Bandara Ngurah Rai

BALIEXPRESS.ID– Menjelang pergantian tahun baru 2025, Dinas Perhubungan Provinsi Bali bersama kepolisian akan menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan sekitar Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai untuk mengantisipasi kemacetan.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Bali, IGW Samsi Gunartha, saat ditemui pada Selasa (24/12/2024).

Baca Juga: Soal Penetapan Hasto Kristiyanto Jadi Tersangka KPK, PDI Perjuangan Sebut Ada Politisasi Hukum

 Rekayasa lalu lintas ini akan mencakup penutupan jalur dan perubahan arah di sejumlah titik vital, termasuk menjadikan Jalan Raya Kuta satu arah.

Samsi Gunartha mengungkapkan, meskipun rekayasa ini kemungkinan akan menimbulkan protes dari para pengusaha yang berlokasi di sepanjang jalan tersebut, kelancaran lalu lintas tetap menjadi prioritas.

"Semua orang harus lancar dulu. Jadi otomatis tidak ada tamu harus memang lancar," ujarnya.

Rekayasa lalu lintas yang direncanakan akan mencakup beberapa jalur utama seperti Sunset Road, By Pass Ngurah Rai, dan Jalan Raya Kuta.

 Untuk memutar arah, kendaraan akan diarahkan lebih jauh hingga ke Kedonganan.

Baca Juga: Viral Video Pasar Seni Sepi, Arya Wedakarna Sebut Pemerintah Gagal Lindungi Pedagang Bali

Samsi juga menyatakan bahwa upaya ini akan diterapkan sepanjang periode libur akhir tahun, mulai dari 23 Desember 2024 hingga 6 Januari 2025, guna mengurangi potensi kemacetan yang parah, seperti yang terjadi pada tahun lalu.

“Jalan yang diatur itu Sunset Road, By Pass Ngurah Rai, dan Jalan Raya Kuta. Kemungkinan juga ke Uluwatu dipecah dengan rekayasa di lapangan,” imbuh Samsi.

Sementara itu, Kasi Lalu Lintas Dishub Bali, Nengah Nuki, melaporkan bahwa meskipun jumlah penumpang dan kendaraan yang masuk ke Bali mulai meningkat, lonjakan signifikan belum terlihat pada data kedatangan domestik dan internasional di Bandara Ngurah Rai, serta jumlah penumpang yang memasuki Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk dan Padang Bai.

Berdasarkan data yang dihimpun Dishub Bali dari 19 hingga 21 Desember 2024, kedatangan penumpang domestik di Bandara Ngurah Rai tercatat sebanyak 50.327 orang, sementara penumpang internasional mencapai 64.607 orang.

Di Pelabuhan Gilimanuk, tercatat 74.664 orang dan 18.834 kendaraan yang memasuki Bali. Di Pelabuhan Padang Bai, 4.445 orang dan 1.496 kendaraan tercatat datang ke Bali.

Baca Juga: Cerita Lengkap Tragedi Kecelakaan Maut di Tol Pandaan Malang: Bus Pariwisata Tabrak Truk, Empat Orang Tewas, 43 Luka-luka

Meski demikian, Nuki menegaskan bahwa jika kemacetan parah terjadi, pihak kepolisian bersama instansi terkait akan segera melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengatasi situasi darurat tersebut.

"Misalkan kemacetan yang parah (kondisi emergency), nanti akan ada manajemen dan rekayasa lalu lintas yang dilakukan oleh pihak kepolisian dibantu oleh instansi terkait termasuk perhubungan," jelas Nuki.

Dengan upaya antisipasi ini, diharapkan kelancaran arus lalu lintas di kawasan Bandara Ngurah Rai dapat terjaga selama masa liburan tahun baru.

 

 

Editor : Wiwin Meliana
#Dishub Bali #bandara ngurah rai #rekayasa lalu lintas #tahun baru