Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ngeri! Rekaman CCTV 2 Menit Ungkap Detik-detik Suami Habisi Nyawa Istri di Bangli

I Made Mertawan • Kamis, 26 Desember 2024 | 22:11 WIB
Polisi Bangli melakukan olah TKP di rumah pasutri meninggal dunia karena pembunuhan dan bunuh diri, Rabu (25/12/2024).
Polisi Bangli melakukan olah TKP di rumah pasutri meninggal dunia karena pembunuhan dan bunuh diri, Rabu (25/12/2024).

BALIEXPRESS.ID- Aksi I Ketut D,70, melakukan penganiayaan terhadap istrinya Ni Wayan M,64, hingga meninggal dunia di rumahnya, salah desa di Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali, terekam kamera CCTV.

Setelah nekat melakukan itu pada Rabu (25/12/2024) sekitar pukul 19.02 Wita, sejam kemudian Ketut D mengakhiri hidupnya dengan jalan gantung diri rumah tersebut.

“Gantung diri ini tidak terekam CCTV karena kejadiannya di kamar. Tidak ada kamera CCTV, kalau pembunuhan itu terlihat jelas,” ungkap Kasat Reskrim Polres Bangli AKP I Gusti Ngurah Jaya Winangun pada Kamis (26/12/2024).

Jaya Winangun menyebutkan bahwa memang ada sejumlah kamera CCTV di rumah tersebut.

CCTV itu juga menjadi awal mula kasus pembunuhan dan bunuh diri tersebut terungkap.

“Lewat CCTV, anaknya yang berada di Jakarta melihat ibunya tergeletak di halaman rumah depan bangunan gedong,” tutur Jaya Winangun.

Kejanggalan itu disampikan ke salah satu kerabatnya yang ada di Bali untuk memastikan kondisinya ibunya.

Ternyata benar, Ni Wayan M sudah meninggal dengan kondisi luka pada bagian kepala.

Begitu juga dengan I Ketut D ditemukan meninggal dunia di salah satu kamar di rumah tersebut.

Polisi memastikan, Ni Wayan M dibunuh oleh suaminya sebelum dia mengakhiri hidup dengan jalan gantung diri.

Kepastian itu setelah polisi melakukan olah TKP, memeriksa sejumlah saksi, hasil pemeriksaan dokter terhadap kedua jenazah, termasuk sejumlah barang bukti, yang salah satunya rekaman CCTV.

Dalam rekaman CCTV dengan durasi sekitar 2 menit, terungkap detik-detik sang suami menganiaya istrinya.

Sang istri tiba-tiba dipukul menggunakan kayu berkali-kali pada bagian kepala. Korban terdengar berteriak hingga tergeletak tak berdaya.

Tak cukup sampai di situ, korban kembali dipukul menggunakan palu pada bagian kepala.  

Warga di sekitarnya tidak ada yang mengetahui kejadian sadis tersebut.

“Saat kejadian itu hujan, tidak ada yang mendengar,” jelas Jaya Winangun.

Saat ini, jenazah pasutri itu masih dititipkan di RSUD Bangli. “Kalau pihak keluarga menduga ada yang janggal dari kematian ini, bisa dilakukan autopsi,” tegasnya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #pembunuhan #bangli #pasutri