BALIEXPRESS.ID-Sebuah insiden kekerasan yang melibatkan seorang pria pemotor bernama Ibrahim Usman, yang akrab disapa Joko (39), dengan oknum anggota Satpol PP di Gorontalo, mencuri perhatian publik setelah video kejadian viral di media sosial.
Insiden tersebut terjadi pada Senin, 23 Desember 2024, dan menjadi perbincangan hangat di dunia maya.
Baca Juga: Diduga Soal Asmara, Pria Bali di Gresik Nekat Bakar Diri, Begini Kronologinya
Kejadian bermula saat Joko, warga Desa Bube, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, mengantar istrinya yang bekerja sebagai tenaga honorer di Kantor Gubernur Gorontalo.
Karena khawatir istrinya terlambat, Joko berkendara dengan terburu-buru.
"Saat pulang, ada pemeriksaan dan pohon di situ, jadi saya terpaksa ambil jalur lain," kata Joko menjelaskan situasi yang membuatnya terburu-buru.
Namun, langkah Joko terhenti ketika ia dihentikan oleh petugas Satpol PP yang sedang melakukan razia.
Joko mengaku telah mencoba menjelaskan kondisi mendesak yang membuatnya terburu-buru, yaitu meninggalkan anak kecil di rumah bersama mertua yang sedang sakit.
Baca Juga: Usai Viral, Pak Tarno Dapat Donasi Rp 50 Juta Dari Willie Salim, Modal Usaha dan Berobat
"Saya minta maaf dan menjelaskan, tetapi tidak mendapat pengertian," ujarnya.
Joko mengungkapkan bahwa alih-alih mendapatkan pemahaman, ia justru diperlakukan kasar.
"Seorang petugas memukul kaca helm saya. Ketika saya turun dan membuka helm, saya ditendang di bagian sensitif. Itu membuat saya tersungkur," jelas Joko dengan nada kesal.
Meskipun telah ada kesepakatan damai antara Joko dan pihak Satpol PP, keluarga Joko tidak menerima kejadian ini begitu saja.
Ayah Joko menegaskan bahwa mereka akan tetap membawa kasus ini ke jalur hukum.
"Saya maafkan, tapi jalur hukum tetap berjalan," tegasnya.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Provinsi Gorontalo, Taufik Sidiki, memberikan klarifikasi terkait insiden ini.
Baca Juga: Perjalanan Karir Pak Tarno; Jadi Pesulap Terkenal dari Ajang Pencarian Bakat Hingga Alami Stroke
Menurutnya, tindakan petugas bermula dari ketidakkooperatifan Joko yang memainkan gas motor dengan keras dan hampir menabrak petugas.
Taufik juga menambahkan bahwa pihak Satpol PP telah meminta maaf kepada korban dan memberikan sanksi kepada petugas yang terlibat.
"Kami pastikan kejadian serupa tidak akan terulang. Pengawasan internal akan diperketat," tambahnya.
Editor : Wiwin Meliana