BALIEXPRESS.ID – Terjadi tumpahan minyak di perairan Pantai Candidasa, Desa Bugbug, Karangasem, pada hari Minggu, 29 Desember 2024.
Kejadian ini mengakibatkan gangguan terhadap aktivitas pariwisata di kawasan tersebut.
I Wayan Kariasa, ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karangasem, membenarkan adanya insiden tersebut.
Menurutnya, tumpahan minyak sudah terlihat sejak hari Sabtu, 28 Desember 2024). “Bau menyengat dari tumpahan minyak membuat para wisatawan merasa tidak nyaman,” ujarnya.
Akibat kejadian ini, sejumlah wisatawan yang menginap di sekitar Pantai Candidasa memilih untuk meninggalkan tempat tersebut lebih awal.
Mereka tidak dapat melakukan aktivitas di pesisir pantai seperti snorkeling, diving, dan aktivitas lainnya.
Pada hari Senin, 30 Desember 2024, dilaporkan bahwa tumpahan minyak sudah tidak terlihat di permukaan air. Kemungkinan besar, minyak tersebut telah terbawa arus.
Menanggapi kejadian ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karangasem, I Nyoman Tari, menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Provinsi Bali.
“Kami telah meneruskan laporan mengenai tumpahan minyak ini. Rencananya, tim dari provinsi akan turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan lebih lanjut,” ungkap Tari. (*)
Editor : Nyoman Suarna