BALIEXPRESS.ID – Perayaan malam tahun baru di Bali berlangsung aman dan kondusif.
Penjabat (Pj.) Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya, memastikan situasi di sejumlah titik strategis seperti Kuta, Canggu, hingga Ubud, terkendali dan dipenuhi antusiasme masyarakat yang menyambut pergantian tahun.
“Semesta mendukung, jadi pada malam tahun baru ini tadi sore hujan, tapi sekarang menjelang pergantian tahun baru cuaca bagus sekali. Dari hasil pemantauan juga dari koordinasi dengan Pak Kapolda, tidak ada satu pun kejadian menonjol. Jadi situasi sangat kondusif, tidak ada masalah, masyarakat antusias menyambut tahun baru,” ujar pria asli Singaraja ini saat diwawancarai di kawasan Kuta, Selasa (31/12) malam.
Mahendra Jaya menambahkan, pihaknya telah melakukan pemantauan bersama Kapolda Bali, Pangdam IX/Udayana, dan jajaran lainnya ke sejumlah tempat, termasuk gereja, untuk memastikan keamanan di malam pergantian tahun.
“Tadi kita ke gereja, dari muter-muter dengan Pak Kapolda, Pak Pangdam, kemudian cek gereja, dan terakhir kita di sini. Tadi yang ikut Pak Kapolda, Pak Pangdam, lengkap dan rombongan, juga ada dari Basarnas,” jelas seorang purnawirawan Polri ini.
Menanggapi isu kemacetan yang sempat terjadi di Canggu sehari sebelumnya, Mahendra Jaya mengungkapkan bahwa kondisi tersebut masih dapat diatasi dengan baik.
Baca Juga: Gung Dalem, Sosok ‘Pembersih’ Sampah Kiriman di Kabupaten Badung Sejak 2019
“Ya, kebetulan kemarin itu bersamaan dengan hari baik, jadi banyak kegiatan ke sana. Tapi astungkara, juga stuck beberapa saat aja, kan bisa diatasi. Ya macet, tapi enggak stuck banget lah, jauh lebih baik daripada tahun lalu,” katanya.
Ia juga memastikan bahwa situasi lalu lintas di sejumlah daerah wisata lainnya, seperti Kuta, Bandara Ngurah Rai, jalur menuju Nusa Penida, dan Ubud, juga berjalan lebih baik dibanding tahun sebelumnya.
Menutup wawancara, Mahendra menyampaikan harapannya untuk Bali di tahun 2025 agar terus bertumbuh maju dalam segala hal.
“Harapannya tahun baru tentu yang pertama kita semua diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan kesuksesan. Untuk Bali, saya harapkan situasinya tetap kondusif. Masyarakat juga harus optimis, bersama-sama kita bangun dan ngerombo berbagai persoalannya,” tutupnya.
Seperti diketahui, masa jabatan Mahendra Jaya sebagai Pj. Gubernur Bali akan segera berakhir seiring nanti dilantiknya Gubernur Bali Terpilih, Wayan Koster, pada sekitar Maret 2025 mendatang.
Meski singkat, Mahendra Jaya telah menjalankan sejumlah program.
Terutama program andalannya yakni ‘Ngrombo’.
Sekilas mengenai profil singkat Mahendra Jaya, yakni pria kelahiran Singaraja, Bali, pada 3 Juli 1966.
Sang Made Mahendra Jaya adalah seorang purnawirawan Polri yang memiliki karier cemerlang di bidang reserse.
Baca Juga: Pahdi Specialty Coffee: Cara Menikmati Kopi Rasa Buah, Ditemani View Gunung Batur yang Merona
Abituren Akademi Kepolisian (Akpol) 1989 ini telah menjabat berbagai posisi strategis, termasuk Dirreskrimum Polda Bali pada 2016 dan Kasetum Polri pada 2018.
Ia pensiun dari kepolisian dengan pangkat terakhir Inspektur Jenderal sebelum dilantik sebagai Pj. Gubernur Bali pada 5 September 2023.
Selain menjabat sebagai Pj. Gubernur, Mahendra juga menjadi Staf Khusus Bidang Keamanan dan Hukum Menteri Dalam Negeri RI.
Baca Juga: Tutup Tahun 2024 dengan Cemerlang, Ini 10 Pencapaian dan Dedikasi BRI pada Ekonomi Kerakyatan
Mahendra Jaya adalah seorang purnawirawan Polri dengan rekam jejak panjang dan beragam di institusi kepolisian.
Abituren Akademi Kepolisian (Akpol) 1989 ini memulai kariernya sebagai Kapolsekta Tamate Polres Kupang pada 1992.
Ia kemudian dipercaya menjabat berbagai posisi strategis di bidang reserse, seperti Kapolsekta Tamalate Poltabes Ujung Pandang pada 1997, Kasat Serse Poltabes Makassar pada 2000, dan Dirreskrimsus Polda Bengkulu pada 2011.
Kariernya terus menanjak dengan jabatan sebagai Kapolres Nunukan Polda Kaltim (2007), Kapolres Paser Polda Kaltim (2008), hingga Wakapoltabes Samarinda Polda Kaltim pada 2008.
Pada tingkat nasional, ia pernah bertugas sebagai Penyidik Madya Tipikor Bareskrim Polri pada 2004 dan Penyidik Utama Tk. III Dit. III/Tipidkor Bareskrim Polri pada 2010.
Di Bali, Mahendra sempat menjabat sebagai Dirreskrimum Polda Bali pada 2016 sebelum dipercaya menjadi Kasetum Polri pada 2018.
Baca Juga: Akhiri Tahun 2024, Banjar Kayumas Kaja Denpasar Gelar Lomba Tari Anak-anak Se-Bali
Pada 2019, ia diangkat sebagai Staf Khusus Menteri Dalam Negeri RI Bidang Keamanan, Hukum, dan Pengawasan.
Pada 2020, ia bertugas sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama TK I di Sespim Lemdiklat Polri.
Kariernya di Polri diakhiri dengan jabatan sebagai Staf Khusus Mendagri Bidang Keamanan dan Hukum pada 2022.
Pada 5 September 2023, Mahendra dilantik sebagai Penjabat (Pj.) Gubernur Bali.
Dengan latar belakang yang kuat di bidang hukum dan keamanan, ia diharapkan mampu menjaga stabilitas dan mendukung pembangunan Bali di berbagai sektor.
Di luar profesinya, Mahendra adalah seorang suami dan ayah yang hangat.
Baca Juga: Kisah Ibu dan Ayah Tiri Aniaya Anak Hingga Tewas karena Permintaan Uang Jajan: Ini Dugaan Motifnya
Ia menikah dengan Ida Setiawati, seorang dokter gigi, dan dikaruniai dua anak.
Kehadirannya sebagai Pj. Gubernur Bali diharapkan mampu membawa pulau ini semakin maju dan kondusif di tengah berbagai tantangan yang ada.(***)
Editor : Rika Riyanti