Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sosok Relawan Kemanusiaan Wayan Andy Karyasa, Galang Donasi Gunakan Medsos, Donatur Beragam Wilayah

I Putu Mardika • Jumat, 3 Januari 2025 | 02:24 WIB

 

Wayan Andi Karyasa saat mengunjungi lansia kurang mampu dan menyalurkan donasi yang diberikan oleh para donatur
Wayan Andi Karyasa saat mengunjungi lansia kurang mampu dan menyalurkan donasi yang diberikan oleh para donatur
BALIEXPRESS.ID-Nama Wayan Andy Karyasa tidak asing lagi bagi penggiat sosial di Buleleng bahkan hingga pelosok Bali. 

Pria asal Banjar Puraja, Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli ini sudah malang melintang sebagai relawan kemanusiaan di Bali dengan memanfaatkan media sosial sebagai sarana menggalang donasi.

Rupanya, kepekaan sosial yang ia miliki justru berawal dari latar belakang hidupnya yang terlahir dari keluarga kurang mampu.

Mirisnya lagi, adiknya pun meninggal dunia karena kelaparan. 

Sudah tak terhitung, berapa masyarakat di Buleleng yang kurang mampu ia bantu.

Pun dengan kaum difabel, hingga yang kekurangan dana untuk pengobatan pernah ia fasilitasi untuk mendapatkan bantuan.

Donasi yang digalang bersama para relawan yang tergabung dalam Buleleng Social Community ini bagaikan oase di tengah gurun pasir. Yang memberikan solusi bagi masyarakat miskin.

Rasa kepedulian sosialnya yang tinggi bukanlah karena Andy orang kaya.

Bukan pula berasal dari keluarga raja ataupun pejabat. Andy hanyalah masyarakat biasa. justru ia lahir dari keluarga yang kurang mampu.

Baca Juga: Soal Kasus Bunuh Diri Meningkat: Psikolog Vidya Loka Minta Kenali Tanda-tandanya, Begini Cara Mencegah

Kisah pilu nan pahit yang pernah ia rasakan karena terhimpit ekonomi bersama delapan saudaranya inilah yang akhirnya menempa karakternya sehingga menjadi pribadi yang peduli akan kemiskinan dan penderitaan masyarakat jelata.

“Saya berasal dari keluarga yang sangat-sangat miskin dan memperihatinkan. Bahkan, sampai satu orang adik saya meninggal akibat kelaparan. Bahkan dua adik saya yang lain juga nyaris meninggal karena kelaparan. Saya merasa hidup tertindas. Dari situ saya berpikir untuk membantu orang lain, karena memang merasakan bagaimana pahitnya sebagai orang miskin,” akunya kepada Bali Express (Jawa Pos Group) melalui sambungan telepon beberapa waktu lalu.

Anak kelima, dari delapan bersaudara ini mengaku jika sudah terjun di bidang kemanusiaan sejak tahun 2003 silam.

Ia sudah menggalang donasi. Namun, masih terbatas bagi tetangga dan warga sekitar di desanya.

Kemudian, keseriusan itu ia buktikan dengan membetuk sekeha demen pada tahun 2005 bernama Kepedulian Hati.

Perkumpulan ini pun dibentuk agar bisa menggalang donasi lebih luas lagi bagi. Sehingga masyarakat yang dibantuk bisa lebih banyak.

Hanya saja, setelah empat tahun berjalan, Sekeha Demen yang dibentuknya bersama para relawan yang “sefrekuensi” dengan dirinya justru bubar pada tahun 2009.

“Anggotanya memang banyak, tetapi hanya tiang saja yang aktif,” imbuh pria yang kesehariannya berwiraswasta ini.

Tekad semakin bulat. Kemiskinan harus terus dilawan. Perjuangannya dalam menggalang donasi terus bertumbuh.

Pada tahun 2013, Andy mulai menggunakan media sosial untuk menggalang dana.

Baca Juga: Situasi Arus Balik Libur Nataru di Pelabuhan Gilimanuk Ramai Lancar: Segini Jumlah Kendaraan Tinggalkan Bali

Dari sanalah ia bisa mendapatkan donasi dari seluruh penjuru Bali bagi masyarakat membutuhkan di Pulau Dewata.

Teknisnya, Andy cukup memposting masyarakat yang membutuhkan bantuan itu.

Kemudian ia sertakan nomor rekeningnya agar memudahkan para donatur memberikan sumbangan secara sukarela. Berhasil. Banyak donatur yang terketuk hatinya untuk memberikan bantuan.

Bahkan sebelum pandemi, sejak 3 tahun belakangan donasi dari masyarakat murah hari ini masuk ke rekening bisa mencapai Rp 12 juta per hari.

Bahkan, dulu saat Pandemic Covid-19 donasi tetap mengalir, meskipun nominalnya turun menjadi Rp 6 juta per hari.

“Jadi donasi itu cukup banyak. Saya hanya menulis di medsos, saya bertemu dengan siapa saja (masyarakat miskin, difabel, Red) sebagai bentuk pelaporan penggunaan donasi mereka. Sehingga donatur sudah mengetahui apa yang saya kerjakan,” imbuhnya.

Lalu, darimana saja donaturnya? Dikatakan Andy dirinya  tidak tahu dari mana saja mereka yang berdonasi.

Namun, jika dilihat dari rekapan donatur, berasal dari seluruh Bali, luar daerah hingga Luar Negeri.

Terkait besaran donasi per penerima diakui Andy sesuai dengan kondisi.

Bahkan, di Buleleng pernah satu orang kaum difabel menerima donasi hingga ratusan juta rupiah. Dana tersebut digunakan untuk membuat kaki palsu hingga galeri lukisan.

Baca Juga: Dampak Sampah Kiriman, Pejabat Pusat Akan Tinjau Pantai Kuta: Siapkan Solusi Komprehensif

“Kalau di Buleleng saya disuport oleh kawan-kawan yang tergabung dalam Buleleng Sosial Community bersama Dinas Sosial. Mereka all out dalam menggalang donasi untuk disalurkan kepada yang membutuhkan,” jelasnya.

Selama ini, syarat penerima bantuan memang lebih diprioritaskan kepada lansia yang tidak ada mengurus.

Sedangkan masyarakat miskin diprioritaskan yang kesulitan untuk makan sehari-hari. Meskipun secara fisik masih muda.

“Pernah juga menerima WA palsu yang mengaku butuh donasi. Mereka hendak memanfaatkan untuk mendapat bantuan. Dengan menyertakan nomor rekening agar dibantu. Tetapi datanya palsu. Saya bisa membantu jika sudah melakukan survey dari relawan terpercaya,” jelasnya.

Menariknya, saat pandemi Covid-19 berlangsung, Andy mengaku sudah menyalurkan donasi hingga Rp 1 miliar.

Dana itu digunakan untuk membelikan sembako masyarakat, biaya sekolah hingga bedah rumah. Donasi itu berasal dari ribuan donatur yang sudah langganan menyumbang.

Rupanya, ketenaran Andy sebagai relawan kerap juga dimanfaatkan oleh sejumlah politisi untuk merayunya tergabung dalam Parpol.

Bahkan, saat Pemilu 2019 lalu, sejumlah parpol sempat mendekat untuk “melamarnya” menjadi caleg.

Namun, tawaran itu ia tolak secara halus.

“Saya tidak berniat menjadi anggota DPD, DPRD. Karena saya tidak mampu di sana. Jangankan jadi anggota dewan. Jadi kadus saja tidak pernah. Biarlah saya tetap menjadi relawan dan bergerak sesuai dengan kemampuan saya,” ungkapnya.

Baca Juga: Sebelum Viral Karena Lagu “Gelutan Siduri”, Dulu Pompi Pernah Bekerja di Restoran hingga di Villa, Berikut Profilnya

Pria yang kini memiliki Yayasan Relawan Bali Andy mengatakan, jika tugas memerangi kemiskinan perlu partisipasi semua pihak.

Sehingga semakin banyak masyarakat kurang mampu yang tertolong.

“Meskipun saat ini kita belum bisa berdonasi, namun setidaknya ikut menshare, membagikan postingan relawan kemanusiaan tentu akan sangat membantu. Setidaknya akan memperluas akses mendapatkan donasi dari masyarakat, sehingga semakin banyak yang terbantu,” paparnya.

Kiprahnya bersama para relawan yang tergabung dalam Yayasan Relawan Bali Andy pun mendapat apresiasi dan penghargaan dari berbagai pihak.

Salah satunya datang dari  PJ Gubernur Bali, Sang made Mahendra Jaya. ia meraih penghargaan Janahita Sewaka Nugraha atas kontribusi sebagai Pegiat Kesejahteraan Sosial pada 27 Desember 2024 lalu.

"Tentu kami mengucapkan terimakasih kepada Pak PJ Gubernur Bali yang sudah luar biasa memberi kami semangat dalam berjuang bersama untuk masyarakat kurang mampu di Bali," tutupnya. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#bali #Yayasan Relawan Bali Andy #donasi #Wayan Andy Karyasa #kemanusiaan #relawan #buleleng