BALIEXPRESS.ID – Selama tahun 2024, angka bunuh diri di Kabupaten Tabanan mengalami peningkatan drastis.
Adapun penyebab tingginya kasus bunuh diri pada tahun tersebut tidak lagi berkaitan dengan asmara dan faktor kesehatan, melainkan bergeser ke faktor ekonomi.
Menurut Psikolog Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali, Wangsa Ayu Vidya Loka, M.Psi., bunuh diri karena faktor ekonomi dalam beberapa tahun terakhir memang menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Tidak hanya karena terjerat utang untuk memenuhi kebutuhan hidup, tetapi juga terlilit utang akibat keterlibatan dalam judi online (judol) yang saat ini cukup marak.
“Untuk kasus bunuh diri di Bali memang cukup tinggi. Penyebabnya pun beragam, mulai dari kesehatan mental yang kurang baik, faktor sosial ekonomi, kemampuan finansial, masalah asmara, hingga akses layanan kesehatan jiwa yang kurang memadai,” jelas ibu satu anak ini.
Selain itu, faktor lain yang menjadi penyebab tingginya kasus bunuh diri, khususnya di kalangan usia produktif, adalah paparan peristiwa bunuh diri yang dilakukan oleh orang lain, baik dari internet maupun dari sumber informasi lainnya.
Dalam kondisi ini, Vidya menyebutkan bahwa biasanya korban bunuh diri sudah berada dalam keadaan tidak sehat secara kejiwaan dan memiliki akses yang mudah untuk mendapatkan informasi mengenai bunuh diri, sehingga mereka mencoba melakukannya.
Meskipun di banyak kasus, diakui Vidya, bahwa keinginan bunuh diri sering muncul secara tiba-tiba.
Secara teori seseorang sebenarnya sudah memiliki kecenderungan untuk melakukan tindakan tersebut melalui beberapa isyarat.
Misalnya, sering mengungkapkan perasaan putus asa, rasa tidak bersalah, dan perasaan negatif lainnya.
Jika pada kondisi tersebut seseorang tidak mendapatkan pertolongan, individu tersebut memiliki kecenderungan untuk melakukan upaya bunuh diri.
"Salah satunya adalah dengan melakukan tindakan yang membahayakan diri atau menyakiti diri sendiri, seperti melukai tubuhnya atau aktif melakukan berbagai upaya untuk bunuh diri," paparnya.
Apakah upaya bunuh diri bisa dicegah?
Psikolog Klinis di RSJ Provinsi Bali ini menyatakan bahwa upaya bunuh diri bisa dicegah.
Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang masalah kesehatan mental dan pentingnya mencari bantuan bagi individu yang memiliki masalah kesehatan mental.
"Selain itu, bagi individu yang sudah berada dalam kondisi tidak baik, hendaknya dapat menunjukkan sikap terbuka dan bersedia menerima bantuan," tambah perempuan yang juga aktif sebagai pembicara dalam berbagai seminar terkait kesehatan mental ini.
Biodata singkat Vidya,
Nama : Wangsa Ayu Vidya Loka
Pendidikan :
S1 Fakultas Psikologi Universitas Surabaya
S2 Magister Psikologi Profesi Universitas Surabaya
Pekerjaan : Psikolog Klinis di Rumah Sakit Jiwa provinsi Bali
Editor : Nyoman Suarna