BALIEXPRESS.ID-Viral di media sosial fenomena ikan terdampar terjadi di pantai Wilayah Jimbaran, Badung pada Kamis (02/01/2025).
Dalam video yang dibagikan oleh akun @desajimbaran, terlihat sejumlah warga tampak memungut ribuan ikan yang telah terdampar di pinggir pantai.
Baca Juga: Tak Perlu Buru-Buru, Potongan Tarif Listrik PLN Dapat Dinikmati oleh Pelanggan Ketentuan Ini
Ikan-ikan kecil yang terdampar tersebut masih dalam keadaan hidup.
Sementara sejumlah warga tampak kewalahan memungut ikan-ikan terdampar tersebut.
“Merapat-merapat be idup.. mai laku,” jelas si perekam video dikutip pada Jumat, (03/01/2025).
Sontak saja, video tersebut mendapat beragam komentar warganet di media sosial.
Baca Juga: Jaga Keamanan Data Nasabah, BRI Tegaskan Pentingnya Masyarakat Hindari Instalasi APK Ilegal
“Fenomena tahunan disebabkan oleh dinamika arus laut yang disebut upwelling,” tulis akun @friendsofbalidogsandcats.
“Semoga baik-baik saja,” tulis akun @muhalfatihwinardi.
Sementara itu, fenomena ikan terdampar merupakan fenomena yang kerap terjadi di wilayah Bali maupun daerah lainnya.
Menurut Akademisi Undiksha Dekan Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Udayana I Wayan Gede Astawa Karang, S.Si.,M.Si.,Ph.D., secara oseanografi, fenomena ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya karena adanya perubahan kecepatan dan arah angin.
Jika angin semakin kuat maka arus laut juga menguat. Hal inilah yang mendorong ikan ke permukaan dan terdampar.
Baca Juga: Aisar Khaled Jalan Bareng Jennifer Coppen di Bali, Fans Fuji Panas
Faktor lain bisa disebabkan karena peningkatan jumlah populasi ikan sehingga ikan yang hidupnya bergerombol akan bermigrasi secara musiman dan berpotensi terbawa arus sampai ke permukaan.
Akan tetapi, untuk memastikan penyebab fenomena terdamparnya ikan, pihaknya harus mengecek data-data oseanografi seperti gelombang, angin, suhu permukaan laut, arus laut serta jenis ikan yang terdampar.
Disinggung fenomena ikan terdampar sebagai deteksi awal terjadinya suatu bencana, Astawa Karang menegaskan bahwa fenomena tersebut adalah hal yang wajar karena dinamika laut dapat menyebabkan ikan terbawa arus, terdampar atau tersesat bila ada gangguan atau anomali di suatu perairan.
Baca Juga: Awal Tahun 2025, Harga Cabai Rawit di Bangli Melonjak hingga Rp95 Ribu per Kilogram
Selain karena perubahan kecepatan angin dan migrasi, penyebab ikan terbawa arus hingga ke pesisir juga karena adanya peningkatan kesuburan suatu perairan.
Di antaranya karena peningkatan jumlah fitoplankton dan zooplankton yang menjadi makanan ikan pelagis kecil seperti lemuru.
Editor : Wiwin Meliana