BALIEXPRESS.ID- Warga Desa Songan B, Kecamatan Kintamani, Bangli, digemparkan oleh peristiwa tragis pada Sabtu (4/1/2025) sore.
Seorang perempuan berinisial Ni BP,19, ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di sebuah pohon waru di area tegalan dekat rumahnya.
Korban pertama kali ditemukan oleh iparnya, Nyoman Parwata,22, sekitar pukul 18.00 Wita.
Parwata yang sedang menyemprot lahan melihat tubuh korban tergantung di pohon waru.
Ia langsung berteriak meminta pertolongan warga. Keluarga korban kemudian menurunkan jasad korban dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kintamani.
Pihak kepolisian menduga, wanita itu nekat mengakhiri hidupnya diduga karena rasa cemburu terhadap suaminya, IWD,21, yang sempat ngibing (menari) dengan joged.
Kapolsek Kintamani Kompol I Nengah Sukerna mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan sejumlah saksi, diketahui bahwa pada Jumat malam (3/1/2025), di dekat rumah korban diadakan upacara tiga bulanan yang disertai hiburan joged.
Suami korban kedapatan menari dengan penari joged. Korban yang melihat kejadian tersebut sempat mendekati suaminya. Dia tidak marah, melainkan memberikan uang untuk saweran.
Pada keesokan harinya, sekitar pukul 17.00 Wita, korban masih terlihat memberi makan ternak babi dekat rumahnya.
Namun, satu jam kemudian, korban ditemukan sudah tidak bernyawa.
“Diduga cemburu melihat suami ngibing dengan penari joged,” kata Sukerna soal dugaan motif, Minggu (5/1/2025).
Hasil pemeriksaan tim medis dari Puskesmas Kintamani II, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
Pihak keluarga, lanjut Sukerna, juga sudah menerima kejadian ini sebagai sebuah musibah.
“Pihak keluarga korban untuk dilakukan autopsi yang disertai surat pernyataan,” terangnya. (*)
Editor : I Made Mertawan