BALIEXPRESS.ID- Viralnya kondisi toilet kotor di Penelokan, Kintamani, Bangli turut menjadi sorotan Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bali, Agung Bagus Praktiksa Linggih.
Menurut pria yang akrab disapa Ajus Linggih ini, viralnya kondisi toilet di anjungan Penelokan membuka mata pada tantangan besar yang dihadapi kawasan wisata ini.
Baca Juga: Pohon Tumbang Timpa Bangunan Pura Manik Batu di Banjar Muding Kelod, Kuta Utara
Menurut Ajus Linggih, dengan kondisi berbagai penyebab toilet kotor di antaranya pasokan air PDAM yang hanya mengalir setiap 3 hari sekali dan kapasitas tangki penampungan 3000 liter yang hanya cukup untuk satu hari.
Sementara petugas kebersihan yang berjumlah 12 orang tetap bekerja keras membersihkan fasilitas, termasuk toilet yang digunakan oleh banyak pengunjung setiap hari.
“Namun, saat kunjungan membludak, kendala air menjadi masalah utama,” jelas Ajus Linggih melalui akun media sosialnya dikutip pada Selasa (07/01/2025).
Baca Juga: Profil I Wayan Buda Parwata, Mantan Wartawan yang Kini Mengabdi Sebagai Legislator
Beruntung, berkat bantuan air dari BPBDDAMKAR, kondisi toilet dapat segera dibersihkan, menjaga kenyamanan para wisatawan.
“Hal ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya upaya bersama untuk meningkatkan pengelolaan fasilitas umum, mulai dari pasokan air yang lebih stabil hingga penambahan infrastruktur pendukung,” jelasnya.
Lebih lanjut, ke depan pihaknya berharap adanya perbaikan pasokan air, penambahan petugas kebersihan, optimalisasi pengelolaan fasilitas, dan peningkatan infrastruktur untuk menjaga kenyamanan pengunjung.
“Mari kita dukung langkah-langkah perbaikan agar kawasan wisata Kintamani tetap bersih, nyaman, dan menjadi kebanggaan Bali untuk wisatawan lokal maupun mancanegara,” pungkasnya.
Baca Juga: Pelatih Bali United Kaget Shin Tae-yong Dipecat sebagai Pelatih Timnas Indonesia
Sebelumnya kekumuhan toilet Penelokan ramai dibahas di media sosial (medsos) setelah foto-fotonya diunggah oleh akun Gede Bali Transport di Facebook ‘Pengaduan 24 Jam Bangli Era Baru’ yang dikelola Pemkab Bangli.
Selain mengunggah sejumlah foto yang menunjukkan kondisi toilet dan pemandangan indah Gunung Batur, pengguna medsos tersebut memberikan keterangan bahwa toilet yang kumuh ditemukan saat tamunya ingin menggunakan fasilitas tersebut.
Terlihat sampah berserakan. Toilet khusus pria kotor seperti tidak dibersihkan dalam waktu lama. Kondisi serupa juga terlihat di wastafel.
Pengguna medsos tersebut juga menyoroti tiket masuk yang mahal sebesar Rp50 ribu, sementara fasilitas kebersihan tidak terjaga.
Baca Juga: Agus Salim Sedih, Ungkap Duka Mendalam Atas Kematian Alvin Lim
Ia mengibaratkan kondisi toilet seperti dalam film horor, yang kontras dengan toilet di Desa Wisata Penglipuran dan objek wisata lain yang dikelola oleh desa.
Sontak saja unggahan tersebut mendapat tanggapan beragam warganet di media sosial.
Bahkan sejumlah warganet menyayangkan kondisi toilet kumuh padahal fasilatas yang dibagun sudah sangat bagus untuk menunjang pariwisata di Kabupaten Bangli.