Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Gejalanya Seperti Batuk Pilek Biasa, Dinkes Bali Sebut Vaksin Belum Ada, Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Rika Riyanti • Selasa, 7 Januari 2025 | 22:33 WIB

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali I Nyoman Gede Anom. (ISTIMEWA)
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali I Nyoman Gede Anom. (ISTIMEWA)

 

 

BALIEXPRESS.ID – Virus Human Metapneumovirus (HMPV), yang saat ini ramai diperbincangkan setelah merebak di China, telah ditemukan di Indonesia.

Meski demikian, virus ini dilaporkan tidak menyebabkan kematian dan masyarakat diminta untuk tidak panik.

“Virus itu sebenarnya ada di Indonesia sudah lama, tapi ini kan tidak menimbulkan kematian,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali, dr. I Nyoman Gede Anom, Selasa (7/1).

Baca Juga: Profil Patrick Kluivert: Kandidat Pelatih Timnas Indonesia Pengganti Shin Tae-yong

Ia menjelaskan, meskipun virus serupa tengah booming di China, virus tersebut belum masuk ke Indonesia.

“Yang di China itu memang cepat menyebar, tapi yang sejenis itu belum masuk. Tapi kalau dikaitkan dengan virus apa itu ya namanya, memang ada dari dulu. Cuma yang sejenis yang ada sekarang di China belum masuk ke Indonesia,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi, pemeriksaan ketat diterapkan di pintu masuk seperti bandara.

Baca Juga: Pantas Patrick Kluivert Digadang Jadi Pelatih Timnas Indonesia Gantikan Shin Tae-yong, Ternyata Ini Prestasinya

“Di bandara, untuk deteksi demam di sana itu kan pasti kita lihat. Misal kalau dari China, kalau dia demam kan kita pasti berpikir ke arah sana (virus baru), cepat kita arahkan untuk diperiksa cek lengkap,” ungkapnya.

Prosedur ini, lanjutnya, serupa dengan penanganan virus Monkeypox.

“Dulu waktu Monkeypox dari Afrika, setiap dari Afrika kalau udah demam pasti kita (tangani) khusus waktu di bandara,” tambahnya.

Baca Juga: Jembatan Merah di Klungkung Kian Ramai Dikunjungi, Banyak Pedagang Dadakan Jadi Sorotan

Kepala Dinkes Bali juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat.

“Yang penting pertama pola hidup bersih dan sehat, menjaga kesehatan kita, minum vitamin, makan makanan bergizi. Kalau lagi pilek, batuk ya pakai masker, jaga jarak itulah akhirnya,” katanya.

Ia menegaskan, hingga saat ini belum ada arahan khusus untuk melarang perjalanan atau aktivitas tertentu.

Baca Juga: SAH! Anak Agung Gede Mega Ary Putra Terpilih Sebagai Ketua KNPI Klungkung

“Belum ada arahan khusus untuk melarang orang itu ndak ada,” ujarnya.

Virus HMPV ini, menurutnya, memiliki gejala yang mirip dengan flu biasa.

“Gejalanya sama kayak batuk pilek itu,” katanya.

Baca Juga: Agus Salim Kecewa Uang Donasi Dialihkan untuk Korban Bencana Alam NTT; Tak Iklas Dunia Akhirat

Namun, ia mengingatkan bahwa hingga saat ini belum ada vaksin untuk mencegah virus ini.

“Tetap protap kita jaga ini saja karena belum ada vaksin, vaksin pencegahan belum ada,” imbuhnya.

Ia juga menegaskan bahwa virus ini tidak mematikan dan belum dinyatakan sebagai penyakit global oleh WHO.

Baca Juga: KABAR DUKA! Ayahanda Baim Wong, Johnny Wong Meninggal Dunia

“Yang jelas virus ini tidak mematikan, WHO pun belum menyatakan ini bukan sebagai penyakit global, belum,” ujarnya.

Dinkes Bali tetap melakukan koordinasi dengan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) untuk menjaga keamanan.

“Yang menjaga pintu masuk dari BBKK itu, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan, mereka begitu ada sesuatu, mereka selesaikan dulu di klinik mereka baru ke rumah sakit,” katanya.

Untuk deteksi lebih lanjut, Dinkes Bali mengandalkan RS Prof. Ngoerah. “Kita inikan Prof. Ngoerah biar lebih (bagus),” tutupnya.(***)

Editor : Rika Riyanti
#bali #virus #china #HMPV