BALIEXPRESS.ID – Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar, Anak Agung Ngurah Kesumajaya, menegaskan pihaknya telah mengambil sejumlah langkah antisipasi untuk mencegah masuknya virus Human Metapneumovirus (HMPV) ke Bali.
Langkah ini dilakukan menyusul merebaknya kasus HMPV di Cina dan Malaysia.
“Yang pertama ini infonya sih sudah kita monitor terus. Di Cina sudah merebak, di Malaysia mungkin sudah ratusan juga terdeteksi. Yang kita lakukan, memang secara resmi arahan dari Kemenkes belum ada, tapi kita sudah beberapa langkah di Bali,” ujarnya, Selasa (7/1).
Baca Juga: Program MCU Gratis untuk yang Berulang Tahun Siap Dimulai Februari 2025 di Bali
Kesumajaya menjelaskan, salah satu upaya antisipasi yang dilakukan adalah melalui pengisian SSHP (Health Alert Card).
Menurutnya, data kesehatan penumpang bisa dipantau dari kartu tersebut.
“Memang perlu juga kita antisipasi, terkait kita sekarang punya yang namanya pengisian SSHP, yaitu kartu sehat. Gejala penyakitnya itu hampir mirip sama, seperti gejala panas influenza. Kita koordinasi dengan maskapai untuk memastikan penumpangnya mengisi itu. Kalau dia ada kondisi kurang bagus, itu bisa kita cek lebih dalam,” jelasnya.
Kesumajaya mengungkapkan, pengisian SSHP bisa dilakukan sejak dua hari sebelum keberangkatan hingga saat kedatangan di bandara internasional Bali.
Pihaknya juga memastikan bahwa di pintu masuk kedatangan internasional telah dipasang barcode untuk memudahkan penumpang mengisi data kesehatan.
“Kita juga masih pasang termoscanner. Kalau suhu tubuhnya tinggi, jelas harus dicek ulang. Kalau di atas 38 derajat, kita ambil swab. Kita ada alat test cepat monoculer di laboratorium kecil di bandara. Hasilnya bisa keluar dalam waktu 30 menit,” katanya.
Jika ditemukan kasus positif, penumpang akan langsung dirujuk ke rumah sakit rujukan seperti RSUP Prof. Ngoerah, RS Bali Mandara, atau RS Siloam untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Kita cek lebih detail untuk melihat variannya. Apakah ini H1N1 seperti di Cina atau yang lain, itu kita koordinasikan dengan lab daerah,” tambahnya.
Kesumajaya mengakui, penerbangan dari Cina dan Malaysia mendapat perhatian khusus mengingat jumlah penumpang yang cukup tinggi setiap harinya.
Baca Juga: Aset Lahan Sekolah di Nusa Penida Masih Bermasalah, Rehabilitasi Tertunda
“Dari Cina itu 1.100 per hari, dari Malaysia sekitar 2.500 per hari. Maskapai dari kedua negara ini kita pantau khusus walaupun belum ada penerapan protokol kesehatan tertentu, tapi sifatnya masih anjuran. Kalau ada gejala flu, kita minta pakai masker untuk melindungi diri dan orang lain,” tegasnya.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada kasus HMPV yang terdeteksi di Bali.
“Kita belum menemukan case ini, tapi kita sangat menaruh atensi. Semoga yang dari Malaysia masuk ke sini tidak ada yang terjangkit. Sampai hari ini lab kami belum menemukan,” pungkasnya.(***)
Editor : Rika Riyanti