BALIEXPRESS.ID-Tragedi menimpa seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Buleleng, Bali, Ni Ketut Nurhayati (39), yang ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di sebuah hotel di Puchong, Malaysia.
Korban diduga menjadi korban pembunuhan setelah jenazahnya ditemukan bersimbah darah pada Selasa (31/12/2024).
Baca Juga: Dibunuh di Malaysia, Jenazah Ni Ketut Nurhayati Dipulangkan ke Bali Hari Ini
Ni Ketut Nurhayati yang berasal dari Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng, diketahui berangkat ke Malaysia pada akhir tahun 2023 untuk bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Awalnya, Nurhayati bekerja melalui agen penyalur tenaga kerja.
Namun, karena suatu alasan, ia memutuskan untuk pindah tempat kerja tanpa sepengetahuan agen yang memberangkatkannya.
Baca Juga: Catat Ya! DPRD Bangli Rancang Rapat Kerja Mingguan dan Lebih Sering Turun ke Lapangan
Akibatnya, keberadaan dan izin kerja Nurhayati menjadi tidak terdaftar dan tidak lagi menjadi tanggung jawab agen tersebut.
Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja Buleleng, Made Juartawan, mengungkapkan bahwa pihaknya tidak menemukan nama Ni Ketut Nurhayati dalam data Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Denpasar, yang menunjukkan bahwa status pekerjaannya tidak tercatat resmi di lembaga terkait.
"Setelah di Malaysia, sempat pindah kerja. Nah selanjutnya kerja dimana, kami belum tahu," kata Juartawan.
Pihaknya kini tengah berkoordinasi dengan pihak berwenang di Malaysia untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai riwayat kerja dan kondisi korban di negara tersebut.
Baca Juga: Pekerja Migran Bali Dibunuh di Malaysia; Kesulitan Biaya Pemulangan, Teman Galang Donasi
Jenazah Ni Ketut Nurhayati ditemukan di kamar hotel di kawasan Puchong, Malaysia, pada malam hari, dan saat ditemukan, tubuhnya berlumuran darah.
Kejadian ini segera menjadi perhatian, dengan dugaan kuat bahwa korban meninggal akibat tindak kekerasan.
Pihak keluarga dan masyarakat di Buleleng, khususnya Desa Gitgit, merasa terkejut dan berduka atas peristiwa ini.
Meski demikian, hingga kini, pihak berwenang di Malaysia belum mengeluarkan rilis resmi terkait penyebab pasti kematian korban atau langkah-langkah hukum yang akan diambil.
Baca Juga: Prihatin Pantai Kuta Penuh Sampah, Aliansi Bali Angunggah Shanti Lakukan Bersih—Bersih Pantai
Sementara itu, teman-teman korban di Malaysia telah menggalang dana untuk membantu pemulangan jenazah ke Bali.
Penggalangan dana dilakukan karena keluarga korban mengalami kesulitan dalam memenuhi biaya pemulangan jenazah yang diperkirakan mencapai Rp 18 juta.
Editor : Wiwin Meliana