Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Atasi Kemacetan Parah di Canggu, Polda Bali Rancang Rekayasa Lalu Lintas dan Penerapan One Way

I Gede Paramasutha • Rabu, 8 Januari 2025 | 19:59 WIB
Dirlantas Polda Bali Kombespol Turmudi (tiga dari kiri) bersama Sekdis PUPR Badung Nyoman Kariasa (tiga dari kanan) dan stakeholder terkait lainnya. (Bali Express/I Gede Paramasutha)
Dirlantas Polda Bali Kombespol Turmudi (tiga dari kiri) bersama Sekdis PUPR Badung Nyoman Kariasa (tiga dari kanan) dan stakeholder terkait lainnya. (Bali Express/I Gede Paramasutha)

BALIEXPRESS.ID - Kemacetan parah yang sering terjadi di Kawasan Canggu, Kuta Utara, Badung, menjadi perhatian serius semua pihak.

Direktorat Lalu Lintas Polda Bali bersama Dinas Perhubungan dan Dinas PUPR Kabupaten Badung pun menyusun rencana untuk mengatasi masalah kemacetan parah di Canggu tersebut.

Mereka menggelar rapat koordinasi bersama dengan stakeholder terkait lainnya, untuk merumuskan program jangka pendek, menengah hingga panjang.

Kegiatan itu dipimpin oleh Dirlantas Polda Bali Kombespol Turmudi, pada Rabu 8 Januari 2025. "Kami rapat bersama menyikapi permasalahan terutama di wilayah Canggu, supaya tidak terjadi kemacetan," ujarnya.

Permasalahan yang ada saat ini, kendaraan baru yang masuk di bali mengalami peningkatan. Dengan perkembangan jumlah kendaraan yang cukup banyak, tidak seimbang dengan perkembangan fasilitas atau infrastruktur jalan.

Solusi dari masalah itu diterima pihaknya melalui masukan-masukan dari beberapa pihak yang hadir, seperti dari perwakilan desa, adat dan kecamatan.

Pertama, yakni agar melaksanakan rekayasa lalu lintas, serta menerapkan sistem satu arah (One Way) di beberapa jalur.

"Kami sudah dua hari lakukan survey, untuk titik titiknya (rekayasa lalu lintas), berikutnya dari Dishub dan Satlantas Polres Badung akan diskusi dengan stakeholder terkait untuk menentukan titik mana," tambah Perwira melati tiga di pundak ini.

Pihaknya tidak akan menempatkan personel secara terus menerus di lapangan, karena keterbatasan anggota.

Hanya di beberapa titik tertentu yang akan ditugaskan. Sebagai gantinya, ada sebuah tim urai macet yang dibentuk dan sifatnya mobiling.

Menurutnya, langkah ini bisa menjadi jawaban bagi permasalahan lalu lintas yang terjadi selama ini. Sebagai contoh, saat menggelar Operasi Lilin Libur Nataru 2024, Polda Bali bersama jajaran bisa mengurai macet menggunakan upaya tersebut.

Walaupun, kala itu ada berbagai kendala dihadapi di lapangan, seperti insiden mobil yang terperosok sehingga menghambat kelancaran arus kendaraan. 

"Tahun kemarin terjadi kemacetan horor, tahun ini bisa antisipasi dan tidak terjadi, padahal wisatawan yang datang sekarang melalui kedatangan internasional bandara ada 85 ribu, tahun sebelumnya hanya 70 ribu," bebernya. 

Turmudi berharap upaya ini didukung penuh oleh masyarakat bersama pemerintah atau stakeholder terkait. Rapat-rapat lanjutan akan digelar untuk membahas lebih detail mengenai kelanjutannya.

Sementara itu, Sekdis PUPR Badung Nyoman Kariasa menjelaskan infrastruktur jalan merupakan salah satu instrumen dalam menanggulangi kemacetan.

Dalam jangka pendek, Pemkab Badung akan maksimalkan jalan-jalan eksisting yang ada. Dengan menjaga kemantapan operasional jalan.

"Jalan itu mantap artinya tidak ada yang rusak atau berlubang, kalau ada lubang-lubang kan juga akan menghambat arus lalu lintas yang berdampak pada kemacetan, itu langkah langkah awal yang akan kami lakukan," ucapnya.

Selanjutnya, pihaknya akan lakukan peningkatan-peningkatan persimpangan, dengan melakukan perbaikan simpang-simpang yang dilalui padat kendaraan.

Sehingga arus lantas bisa lebih lancar. Untuk jangka panjang, Pemkab Badung menjajaki pembangunan jalan baru.

Seperti yang dilakukan pada 2023, pemerintah membangun akses jalan baru Shortcut Canggu. Kedepannya itu akan dilakukan terus, sehingga volume jalan bisa bertambah.

"Harapan kami itu akan bisa mengurai kemacetan lalu lintas dan menjadi jalur akses alternatif yang bisa menjadi pilihan untuk perjalanan masyarakat," terangnya.

Lebih lanjut, Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Badung Wiryantara mengatakan selama ini di kawasan Canggu sudah ada upaya mengantisipasi macet dengan pembatasan terhadap kendaraan besar, seperti bus dan truk yang melintas. Pembatasan itu akan diteruskan.

Contohnya, dari Kawasan Seseh sudah ada rambu larangan bus melintas, sehingga tidak bisa masuk Canggu.

"Seharunya dari Tanah Lot itu sudah tidak boleh masuk ke sana, sehingga kalau ada bus dari Tanah Lot dia belok kiri ke utara, jadi di Canggu tidak boleh ada bus yang masuk, kalau ditemukan, penindakan ada di kepolisian," bebernya.

Sedangkan untuk truk yang membawa material proyek, waktu operasionalnya yang dibatasi. Setelah jam jam sibuk, baru truk akan dipersilahkan melintas. (*)

Alex Pastoor akan dampingi Patrick Kluivert
Alex Pastoor akan dampingi Patrick Kluivert
Denny Landzaat
Denny Landzaat
Editor : I Gede Paramasutha
#polda bali #kemacetan #canggu