BALIEXPRESS.ID - Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai memperketat pengawasan terhadap potensi masuknya virus Human Metapneumovirus (HMPV) yang tengah merebak di China.
General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Syaugi Shahab, mengungkapkan langkah antisipasi sudah dilakukan dengan memasang tiga unit thermo scanner di terminal domestik dan internasional.
Upaya ini merupakan prosedur standar yang sebelumnya diterapkan saat pandemi Covid-19 dan wabah virus Mpox.
Baca Juga: Sedang Proses Cerai, Interaksi Paula Verhoeven saat Melayat ke Rumah Baim Wong Jadi Sorotan
“Kami sudah antisipasi ya, mulai dari berkoordinasi dengan Balai Karantina, memasang tiga unit thermo scanner, dua unit di Internasional dan satu unit di Domestik. Kami juga ada prosedur, jika ditemukan suspek langsung diserahkan di BPKK, kalau sudah terindikasi akan diisolasi di klinik BPKK. Dan kalau sudah benar2 kena akan dibawa ke Rumah Sakit,” katanya, Rabu (8/1).
Berdasarkan pantauan di Terminal Domestik dan Internasional, semua penumpang yang tiba diatur agar melewati thermo scanner yang sudah dipasang, sehingga suhu tubuh semua penumpang terpantau.
Operasi bandara juga terpantau masih normal, penumpang yang tiba maupun yang berangkat masih terlihat ramai pasca libur panjang Nataru.
Baca Juga: Atasi Kemacetan Parah di Canggu, Polda Bali Rancang Rekayasa Lalu Lintas dan Penerapan One Way
Sebelumnya, selama libur Nataru saja Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai melayani 1,3 juta penumpang atau meningkat 8 persen jika dibandingkan periode Natal 2023.
Sedangkan pergerakan penumpang dari Januari-Desember 2024 mencapai 23,9 juta orang.
Disisi lain, Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV-Bali, Cecep Kurniawan, menjelaskan hingga saat ini Otoritas Bandara masih menunggu arahan dari Kementerian Kesehatan soal virus HMPV, menurutnya Kemenkes yang memiliki wewenang melakukan pendeteksian dan mengeluarkan aturan terkait virus tersebut.
Baca Juga: Kepastian Bagi Tenaga Honorer Buleleng: Optimalisasi Tenaga R2 dan R3 Tunggu Waktu
“Terkait virus tersebut, kami menunggu dari Kementerian Kesehatan, karena mereka yang mendeteksi dan mengeluarkan aturan. Kalau soal antisipasi, kami sudah antisipasi lebih awal, ini pengalaman di Covid-19 kemarin, peralatan sudah dipasang. Mudah-mudahan tidak ada yang masuk, karena (bisa) mempengaruhi perekonomian,” terangnya.(***)
Editor : Rika Riyanti