Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bangli Alokasikan Rp800 Juta untuk Genjot Vaksinasi Rabies, Tim Bergerak Mulai Februari

I Made Mertawan • Kamis, 9 Januari 2025 | 13:29 WIB
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli I Wayan Sarma.
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli I Wayan Sarma.

BALIEXPRESS.ID- Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli akan menggencarkan vaksinasi terhadap hewan penular rabies (HPR) di Bangli tahun ini.

Langkah ini diambil untuk mencegah kasus rabies, mengingat cakupan vaksinasi di Bangli tahun 2024 sangat rendah, yaitu hanya 47 persen.

Kepala Dinas PKP Kabupaten Bangli I Wayan Sarma menyatakan bahwa rendahnya cakupan vaksinasi dapat berdampak pada peningkatan kasus rabies tahun ini.

Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah strategis untuk mengatasinya. Selain mengintensifkan sosialisasi pencegahan, vaksinasi juga menjadi upaya yang sangat penting.

Dinas setempat telah memasang anggaran Rp382.947.000 pada APBD kabupaten untuk pembelian vaksin dan perlengkapan lainnya.

Anggaran tersebut cukup untuk memvaksin populasi anjing sebanyak 46.685 ekor.

"Target kami 100 persen populasi anjing tervaksin," tegas Sarma ditemui Rabu (8/1/2025).

Selain anggaran untuk pembelian vaksin dan perlengkapannya, dana sebesar Rp466.850.000 juga telah disiapkan pada APBD kabupaten untuk biaya operasional tim yang akan melakukan vaksinasi.

Tim ini terdiri dari tenaga non-ASN dengan anggota sebanyak 3-5 orang dalam satu tim. Setiap tim mencakup vaksinator, petugas pencatat dan lainnya.

"Tim inilah waktu tahun 2024 tidak ada karena tidak ada anggaran, jadi cakupan vaksinasi rendah. Sekarang kami sudah anggarkan di daerah," jelas Sarma.

Sebanyak delapan tim akan bergerak aktif melakukan vaksinasi di berbagai lokasi.

Vaksinasi dilakukan tidak hanya dengan mengumpulkan anjing di balai banjar, tetapi juga secara door-to-door.

Bahkan, anjing liar pun menjadi salah satu sasaran vaksinasi tersebut.

"Vaksinasi tahun ini mulai Februari," sebut pejabat asal Desa Tembuku, Kecamatan Tembuku ini.

Sementara itu disinggung terkait kasus rabies pada tahun 2024, Sarma menyebutkan terdapat 47 kasus.

Jumlah ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 79 kasus.

Penurunan tersebut merupakan dampak dari tingginya cakupan vaksinasi pada tahun 2023 yang mencapai lebih dari 80 persen.  (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#rabies #vaksinasi #bangli